Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Nasi Kotak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul diminta untuk mengalokasikan anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp19,7 miliar di tahun ini. Meski demikian, didalam plafon APBD 2025, baru dialokasikan sebesar Rp12,2 miliar.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, makan bergizi gratis merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, setiap daerah diminta mengalokasikan anggaran untuk menyukseskan program tersebut.
BACA JUGA: Makan Bergizi Gratis, Dapur Umum di Kapanewon Sleman Beroperasi Awal Februari
Dia menjelaskan, besaran anggaran yang dialokasikan sudah ada ketentuan dari Pemerintah Pusat. Meski tidak menyebut secara rinci, namun Putro mengakui bahwa besaran mengacu pada besaran Pendapatan Asli Daerah dikalikan kemampuan keuangan daerah yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
“Berdasarkan formulasi ini, maka kami harus mengalokasikan anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp19,7 miliar,” kata Putro, Selasa (21/1/2025).
Meski demikian, ia mengakui bahwa pemkab belum bisa mengalokasikan anggaran tersebut secara penuh. Sesuai dengan kesepakatan bersama dengan DPRD yang dituangkan dalam APBD 2025, pagu makan bergizi gratis baru tersedia sebesar Rp12,2 miliar.
“Masih kurang sekitar Rp7,5 miliar,” kata mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ini.
BACA JUGA: Usulan DPD Agar Dana Zakat untuk Program MBG Dinilai Asbun dan Bikin Gaduh
Rencananya kekurangan pagu sebesar Rp7,5 miliar baru akan dipenuhi pada saat pembahasan APBD Perubahan 2025. Kekurangan tersebut dipenuhi melalui kajian tentang pendapatan hingga keberadaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di Tahun Anggaran 2024.
“Nanti kami formulasikan dan akan memenuhi pagu anggaran makan bergizi gratis yang telah ditetapkan,” katanya.
Sebelumnya, Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, perbaikan lokasi dapur sehat untuk pengolahan makan bergizi gratis masih berlangsung hingga sekarang. Perbaikan menyangkut dengan lokasi lantai yang mengalami kerusakan.
Di sisi lain, juga ada pemasangan exhaust fan hingga perbaikan jalan menuju dapur sehat. “Harapannya secepatnya bisa selesai, tapi kami belum bisa memastikan. Namun, harapannya di akhir Januari perbaikan sudah selesai,” katanya.
Rencananya dapur ini akan melayani makan bergizi gratis untuk siswa di empat sekolah di Kota Wonosari, mulai dari SD hingga SMA dan SMK. Meski masih dalam tahap persiapan, namun ia mengakui bahwa sudah ada kepastian kebutuhan petugas untuk menjalankan operasional dapur pengolahan. Roni menjelaskan, ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian.
Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat. Sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul.
“Akan ada proses pelatihan. Kami sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas Pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.