Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Inspektur Inspektorat Daerah Gunungkidul, Saptoyo mengatakan hingga saat ini proses pemanfaatan dana desa di setiap kalurahan berjalan dengan baik.
Adapun temuan kekurangan, masih bersifat administrtif sehingga bisa diperbaiki dengan pengembalian terhadap temuan tersebut.
“Secara umum sudah relatif baik. Temuan tidak bersifat material sehingga dengan dikembalikan ke kas kalurahan atau kas daerah, maka sudah bisa terselesaikan,” kata Saptoyo saat dihubungi, Selasa (21/1/2025).
Dia menjelaskan, temuan hasil audit dana desa bervariatif dan di setiap kalurahan tidak sama. Ia mencontohkan, temuan tersebut di antaranya pajak kurang pungut, kekurangan volume dari pengerjaan hingga masalah harga melebihi yang berlaku di pasaran. “Memang kasusnya tidak sama, tapi bisa diselesaikan,” katanya.
Menurut Saptoyo, untuk kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana desa, terus melakukan asistensi untuk penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBKal) di 144 kalurahan. Selain itu, juga pendampingan terhadap pembuatan laporan pertanggungjawaban penggunaan APBKal.
BACA JUGA: Laporan Harta Kekayaan Kabinet Prabowo, Ada yang Mencapai Rp5,4 Triliun
“Kalau audit secara menyeluruh belum dilakukan karena pelaksanaan disesuaikan dengan lokus,” katanya.
Menurut dia, audit yang dilakukan secara tematik seperti audit pengelolaan keuangan, audit kinerja BUMKal, audit pengadaan barang dan jasa. Proses ini bisa dilakukan pada saat ada laporan dari Masyarakat atau aparat penegak hukum.
“Jadi tidak bisa mengaudit secara menyeluruh. Namun yang jelas ada upaya pencegahan agar tidak terjadi kesalahan melalui proses asistensi saat penyusunan APBKal maupun pertanggungjawabannya,” kata Saptoyo.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkiudul, Khoiru Rahmat mengatakan, saat sekarang di kalurahan sedang menyusun laporan Pertangungjawaban Pengunaan APBKal 2024. Diharapkan penyusunan ini bisa selesai di akhir bulan ini.
“Masih proses dan kami ikut mendampingi agar pertangungjawaban sesuai dengan aturan,” katanya.
Khoiru menambahkan, LPJ APBKal dibutuhkan tidak hanya untuk akuntabilitas. Namun, juga sebagai salah satu prasyarat pencairan dana desa termin pertama 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan jalan tol harus membuka akses ke pusat ekonomi untuk mendorong investasi dan pertumbuhan.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Donald Trump kembali mengancam Iran dengan operasi militer jika diplomasi nuklir gagal. Simak 4 ancaman terbaru Trump dan dampaknya bagi Selat Hormuz.
Pemkab Sleman bersama Forum TJSP menyalurkan bantuan Rp6,7 miliar melalui Gebyar TJSP Merdeka 2026 untuk beasiswa, sembako, modal usaha, bantuan disabilitas
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut koruptor dapat dijatuhi hukuman mati sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.