Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi kesehatan hewan ternak. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini belum dilaporkan terjadi di Jogja. Meski demikian proses pencegahan dengan memberikan vaksinasi kepada hewan ternak terus dilakukan.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Panggarti, menjelaskan Kota Jogja mendapatkan vaksin PMK sebanyak 50 dosis dari Pemerintah Pusat. Jumlah dosis itu akan diberikan kepada 50 ekor sapi.
"Rencana vaksinasi PMK akan dilaksanakan pada 30-31 Januari 2025. Ini untuk sapi yang vaksin pertamanya di bulan Agustus 2024," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/1/2025).
PMK akan dilaksanakan oleh medik veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja dengan mendatangi kandang sapi para peternak. Ternak sapi, kambing dan domba yang divaksinasi PMK syaratnya berusia minimal tiga bulan, dalam kondisi sehat dan tidak bunting.
BACA JUGA: Program Makan Siang Gratis, Menteri UMKM Sebut Dana Berputar di Desa Mencapai Rp8 Miliar
Rencana kegiatan vaksinasi PMK itu sudah diinformasikan kepada para peternak saat pemantauan serta komunikasi informasi dan edukasi (KIE) ke kandang peternak. "Besok 30 Januari kita skrining, bisa jadi juga ada yang baru vaksin pertama, seandainya di kandang tersebut ada sapi baru yang belum pernah divaksin," katanya.
Di Kota Jogja saat ini terdapat sekitar 125 ekor sapi serta 450 ekor kambing dan domba. Jumlah dosis vaksin itu belum menyasar jumlah ternak itu sehingga kekurangannya sesuai jadwal vaksinasi dilakukan Februari. Selama 2024 juga dilakukan vaksinasi PMK pada 190 ekor ternak.
"Jeda vaksin pertama dan kedua yakni enam bulan. Setelah itu setiap tahun divaksin PMK. Untuk kambing-domba yang memang stok untuk dipotong dalam waktu dekat tidak divaksin. Vaksinasi pada kambing-domba untuk budi daya dan stok kebutuhan Iduladha," katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, mengatakan untuk mencegah penularan PMK, pihaknya memantau ternak, melakukan KIE kepada peternak mandiri maupun kelompok ternak, termasuk memberikan desinfektan kepada peternak.
Selain itu meningkatkan kewaspadaan PMK di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan, pengawasan lalu lintas ternak yang keluar masuk ke Kota Jogja.
"Kami juga melakukan pengawasan pangan segar asal ternak secara rutin minimal enam kali dalam sebulan. Pengawasan lalu lintas hewan dilaksanakan dengan pemeriksaan hewan yang masuk dan keluar Kota Jogja," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.