11 Bayi Dievakuasi di Rumah Bidan Pakem, Hasil Hubungan Luar Nikah
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
Ilustrasi tambang - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dosen Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM, Lucas Donny Setijadji menyatakan peluang bagi kampus mengelola tambang cukup mengejutkan baginya.
Pasalnya, peran perguruan tinggi ialah mencetak SDM berkualitas bukan mengelola tambang seperti perusahaan tambang pada umumnya. "Saya pribadi sebetulnya menolak atau tidak setuju dengan keinginan pemerintah dan DPR agar perguruan tinggi memiliki hak untuk mendapatkan pengelolaan pertambangan," kata Donny pada Kamis (30/1/2025).
BACA JUGA: UNY Diminta Mengembangkan Ciri Khas Pendidikan yang Memadukan Budaya dan Sains
Menurut Donny kampus sebagai institusi pendidikan tinggi seharusnya berperan dalam hal penyiapan sumber daya manusia. Kampus lanjut Donny harusnya berhati-hati dalam memposisikan diri dalam situasi ini dan selalu menyikapinya dengan jernih.
Akan tetapi seandainya keputusan izin kelola tambang ini akhirnya dimandatkan ke kampus, beberapa hal perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing perguruan tinggi. Misalnya menggunakan kesempatan ini berpartisipasi lebih aktif dalam konteks membantu, merealisasikan atau mencoba mendukung agenda pemerintah seperti program hilirisasi.
Sebagai ahli di bidang eksplorasi sumber daya mineral Donny menilai Indonesia saat ini perlu melakukan kegiatan penemuan mineral-mineral baru seperti litium, logam tanah jarang dan grafit. Harapannya langkah itu bisa mendukung akselerasi hilirisasi. "Sayangnya, logam-logam ini belum ditemukan di Indonesia," ujarnya.
BACA JUGA: Begini Tanggapan Menteri Satryo dan Kampus Jogja soal Wacana Kampus Kelola Tambang
Di sisi lain Donny menambahkan bila perlu adanya payung hukum guna mewadahi para peneliti yang memiliki ketertarikan terhadap berbagai sumber daya mineral dan energi. Termasuk pada penelitian yang didanai oleh pemerintah dan juga dengan kolaborasi dari berbagai donor.
"Dengan adanya payung hukum ini, universitas juga memiliki hak kekayaan intelektual atas penemuan yang didapatkan nantinya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menyelidiki penitipan 11 bayi di Pakem, Sleman. Mayoritas bayi disebut lahir di luar pernikahan dan dititipkan ke bidan.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.