Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menyampaikan ada kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 2024 hingga 675 pasien dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 146 kasus. Kenaikan kasus ini disebabkan salah satunya akibat kenaikan suhu global.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, M.M.R mengatakan kasus DBD yang berubah menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) ada enam kasus. Dari jumlah kasus tersebut, ada dua kematian.
“Kalau tahun 2023 ada satu kasus kematian; yang bersangkutan memiliki komorbid diabetes melitus tidak terkontrol juga. Ini juga kasus impor,” kata Khamidah, Kamis (6/2/2025).
Khamidah menjelaskan perubahan iklim menjadi sebab terjadinya El-Nino, yaitu fenomena cuaca ekstrem yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur lebih panas dari suhu normal.
Terpaan El-Nino di Pulau Jawa meningkatkan suhu hingga lebih dari 30°celcius pada 2024. Suhu ini meningkatkan perkembangbiakan nyamuk dan kemampuan nyamuk dalam menularkan penyakit.
Kata Khamidah, kasus DBD terjadi paling banyak terjadi pada Mei, Juni, dan Juli. Apabila melihat dari sisi kewilayahan, Kapanewon Prambanan dan Depok menjadi lokasi paling banyak terdapat kasus DBD; dan Cangkringan menjadi lokasi paling sedikit kasus DBD.
Menurut dia, dua kapanewon tersebut berada di jalur di mana mobilitas masyarakat tinggi. Selain itu, kasus yang terjadi merupakan kasus impor atau DBD yang berasal dari luar daerah.
Selama ini Dinkes telah dan terus melakukan serangkaian program pencegahan kasus DBD, seperti sosialisasi dan pembentukan kader juru pemantau jentik, pemantauan angka bebas jentik, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui bimbingan teknis, larvasida dan fogging, serta penggunaan teknologi wolbachia.
BACA JUGA: WNI Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Jepang, Hasil Program Pekerja Terampil
Demam Mendadak
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan gejala utama DBD adalah demam secara mendadak dengan suhu tinggi. Suhu ini kemudian akan turun, namun tidak lama kemudian naik lagi.
“Pada hari ketiga hingga kelima saat demam sedang turun, kita harus waspada terhadap fase kritis DBD,” kata Novita.
Novita menambahkan tenaga kesehatan di RSUD Sleman telah disiapkan untuk menangani kasus DBD, ada pelibatan bukan hanya dokter anak namun juga dokter penyakit dalam. Kata dia, kunci dari penanganan DBD adalah cairan.
Petugas kesehatan akan mendorong agar pasien memperbanyak minum. “Kalau dari kami sendiri ya kami beri infus dengan baik. Patokannya ada pada trombosit dan hematokrit,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat yang merasa bergejala DBD segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. BPJS Kesehatan telah mengkover pengobatan pasien DBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.