Kekerasan Seksual di Sleman, Pengajar Ponpes Ditahan, Terancam 12 Tahun Penjara
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Suasana pos kesehatan di Kapanewon Tempel pada Minggu (9/2/2025) untuk menangani korban dugaan keracunan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan keracunan massal di Kapanewon Tempel saat ini masih terus ditangani pihak terkait. Sejumlah warga disebut telah dipulangkan setelah sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto mengungkapkan hidangan yang disuguhkan dalam acara tersebut merupakan makanan pesanan.
Komunikasi dengan warga yang menggelar hajatan pun juga telah dilakukan. "Ini pesan juga [makanannya] tetapi sudah komunikasi juga," kata Agung ditemui di pos kesehatan, Minggu (9/2/2025).
Menurut Agung, estimasi warga yang menghadiri acara tersebut sekitar 500 orang. “Informasi ada 500 orang, tetapi kalau undangannya sekitar 200-an. [Kebanyakan] Warga sini dan juga warga sekitar," ujarnya.
Saat ini posko didirikan di area Klinik Islam Tempel H.M. Sosromiharjo. Sedangkan pos kesehatan dipusatkan di bangunan depan klinik.
Keberadaan posko ini diharapkan dapat segera menangani masalah gejala keracunan yang dialami warga. "Mudah-mudahan kejadian ini supaya bisa segera teratasi," tandasnya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Tempel Diduga Keracunan Makanan Hajatan, Begini Kondisi Mereka
Menurut pengamatan Agung sudah banyak warganya yang dipulangkan. "Alhamdulillah sudah terkondisi sudah banyak yang pulang," ucap dia.
"Alhamdulillah sudah banyak warga kami yang pulang, ini merupakan kebahagiaan bagi kami warga segera terkondisi," imbuhnya.
Sebelumnya ratusan warga dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan usai mengalami gejala keracunan. Hingga pukul 16.00 WIB setidaknya ada 130 orang yang menunjukkan gejala keracunan.
Namun, dari jumlah tersebut enam orang diminta rawat inap sementara lainnya diperbolehkan pulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengajar Ponpes Ash Sholihah di Sleman ditahan terkait kasus kekerasan seksual terhadap alumni santriwati dan terancam 12 tahun penjara.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 131 sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat. Diharapkan dapat meingkatkan sarpras di sekolah.
Sebanyak 499 atlet dari 12 provinsi dan Kanada mengikuti Waroeng SS Gladhi Panahan #9 dan Gladhi Barebow #5 di Bantul.