Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Suasana pos kesehatan di Kapanewon Tempel pada Minggu (9/2/2025) untuk menangani korban dugaan keracunan./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan keracunan massal di Kapanewon Tempel saat ini masih terus ditangani pihak terkait. Sejumlah warga disebut telah dipulangkan setelah sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit.
Panewu Tempel, Agung Dwi Maryoto mengungkapkan hidangan yang disuguhkan dalam acara tersebut merupakan makanan pesanan.
Komunikasi dengan warga yang menggelar hajatan pun juga telah dilakukan. "Ini pesan juga [makanannya] tetapi sudah komunikasi juga," kata Agung ditemui di pos kesehatan, Minggu (9/2/2025).
Menurut Agung, estimasi warga yang menghadiri acara tersebut sekitar 500 orang. “Informasi ada 500 orang, tetapi kalau undangannya sekitar 200-an. [Kebanyakan] Warga sini dan juga warga sekitar," ujarnya.
Saat ini posko didirikan di area Klinik Islam Tempel H.M. Sosromiharjo. Sedangkan pos kesehatan dipusatkan di bangunan depan klinik.
Keberadaan posko ini diharapkan dapat segera menangani masalah gejala keracunan yang dialami warga. "Mudah-mudahan kejadian ini supaya bisa segera teratasi," tandasnya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Tempel Diduga Keracunan Makanan Hajatan, Begini Kondisi Mereka
Menurut pengamatan Agung sudah banyak warganya yang dipulangkan. "Alhamdulillah sudah terkondisi sudah banyak yang pulang," ucap dia.
"Alhamdulillah sudah banyak warga kami yang pulang, ini merupakan kebahagiaan bagi kami warga segera terkondisi," imbuhnya.
Sebelumnya ratusan warga dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan usai mengalami gejala keracunan. Hingga pukul 16.00 WIB setidaknya ada 130 orang yang menunjukkan gejala keracunan.
Namun, dari jumlah tersebut enam orang diminta rawat inap sementara lainnya diperbolehkan pulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.