Perahu Nelayan Terbalik di Pantai Baru Bantul, Satu Orang Hilang
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memastikan pemangkasan anggaran di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tidak akan berdampak pada layanan informasi cuaca dan prediksi bencana di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad menjelaskan, efisiensi anggaran yang dilakukan BMKG tidak menyentuh aspek pelayanan langsung kepada masyarakat. “Yang dipangkas itu adalah anggaran yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Saya yakin bahwa anggaran yang ada di BMKG terkait dengan prediksi cuaca itu masih berjalan,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).
BACA JUGA: Dampak Efesiensi Anggaran, Pemda DIY Kaji Penerapan Work From Anywhere Bagi ASN
Menurutnya, BPBD DIY tetap mengandalkan data cuaca dari BMKG, baik harian, mingguan, maupun bulanan, untuk menetapkan status kebencanaan dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan. “Kami tetap mendapatkan informasi dari BMKG untuk menetapkan status atau mengambil kebijakan yang diperlukan,” kata Noviar.
Ia menjelaskan, pengurangan anggaran lebih menyasar pada kegiatan sosialisasi, diskusi atau FGD, serta perjalanan dinas, tanpa mengganggu sistem pemantauan cuaca dan kebencanaan. “Yang dikurangi itu anggaran yang sifatnya sosialisasi, FGD, perjalanan dinas, dan lainnya. Yang pelayanan masyarakat tetap berjalan,” tambahnya.
Terkait potensi bencana akibat perubahan cuaca ekstrem, Noviar menyebut bahwa prediksi BMKG mengenai angin kencang akibat siklon 90S dan 99S pada 5-7 Februari 2025 telah dimitigasi dengan teknologi modifikasi cuaca. Sebanyak ton ton garam telah disebar di Samudra Hindia untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap DIY.
Sebelumnya, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memastikan bahwa layanan informasi cuaca, iklim, serta deteksi gempa bumi dan tsunami tetap menjadi prioritas utama meskipun ada efisiensi anggaran.
Diketahui, anggaran BMKG untuk 2025 mengalami pemangkasan hingga 50,35 persen, dari Rp2,82 triliun menjadi Rp1,40 triliun, sesuai kesepakatan dengan Komisi V DPR pada 6 Februari 2025.
Pemangkasan ini berdampak pada belanja modal, seperti pembelian peralatan baru untuk monitoring cuaca dan gempa, serta pengurangan biaya operasional, termasuk listrik dan jaringan komunikasi.
Sementara Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, tenggat waktu yang diberikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaporkan hasil dari pemotongan anggaran di dinas masing-masing jatuh pada 10 Februari. Hanya saja ia menyebut masih akan mempelajari laporan yang disampaikan setiap dinas dan mencermati mana yang disetujui dan tidak.
"Masih dipelajari dulu dan tentu harus ada pencermatan ulang mana yang sesuai dengan aturan Inpres dan mana yang tidak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.
Kenali perbedaan BEV, HEV, PHEV, dan REEV pada mobil listrik dan hybrid sebelum memilih kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Jose Mourinho dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan untuk kembali melatih Real Madrid dengan kontrak dua tahun.
Pengumuman UTBK-SNBT 2026 dibuka 25 Mei pukul 15.00 WIB. Simak link resmi, cara cek hasil, dan jadwal unduh sertifikat UTBK.
Asisten pelatih PSBS Biak Kahudi Wahyu menyebut Luquinhas sebagai pemain cerdas dan cocok untuk PSS Sleman di tengah rumor transfer.
Duta Hino Yogyakarta (PT Duta Cemerlang Motors) melakukan peresmian outlet atau cabang 3S