Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja mengaktifkan Posko Kejahatan Jalanan di seluruh jajaran Polsek Polresta Jogja. Langkah ini sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif jelang bulan suci Ramadan 1446 H.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, menjelaskan langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mengurangi tingkat kriminalitas, serta memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan ancaman kejahatan jalanan.
BACA JUGA: Belajar di Rumah Sepekan Saat Ramadan, Sekolah di Bantul Diminta Memantau Siswa
Dalam upaya ini, timnya telah menyusun rencana untuk mencegah kejahatan selama bulan suci Ramadan. "Kami akan mengambil setiap tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan Ramadan. Mengantisipasi kejahatan jalanan, termasuk mengantisipasi adanya perang sarong atau tawuran," ujarnya, Selasa, (11/2/2025).
Polsek di Kota Jogja akan mengaktifkan pos kejahatan jalanan, terutama di lokasi yang dianggap sebagai titik rawan kriminalitas. Pos tersebut berfungsi sebagai pusat komando reaksi cepat, memungkinkan polisi untuk segera merespons setiap kejadian kriminal di sekitarnya.
Selain itu, keberadaan pos ini juga memudahkan masyarakat dalam melaporkan atau mengadukan tindak kejahatan jalanan. Selain pos yang akan disiapkan, patroli juga akan diintensifkan dengan Polda DIY selama jam-jam yang rentan.
"Terutama setelah berbuka puasa sampai sebelum sahur. Tentu saja, kami lebih tentang pencegahan, tetapi jika ada insiden, kami dapat bergerak cepat di sekitar lokasi yang kami anggap rentan," jelasnya.
BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Libur Sekolah di Kota Jogja Selama Bulan Ramadan
Sementara itu, Kapolresta memberi imbauan pada masyarakat terkhusus para orang tua, untuk senantiasa mengawasi dan menjaga setiap aktivitas yang dilakukan para anak-anak dan yang terjadi di lingkungan sekitar.
"Untuk orang tua, tolong putra-putrinya diawasi, apabila mereka keluar malam dan saat waktunya pulang, belum pulang ya, bisa dicari atau disuruh pulang. Untuk membantu kami mengawasi putra-putrinya," ungkapnya.
Dengan adanya langkah-langkah preventif ini, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan aman. Polresta Jogja terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif selama bulan Ramadan dan seterusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.