Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Makan siang bergizi gratis. - Foto Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komandan Kodim 0730/G Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan perbaikan dapur sehat untuk pengolahan makan bergizi gratis di Gunungkidul telah selesai. Hanya saja, untuk pelaksanaan program belum bisa dijalankan karena menunggu koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
“Sudah siap, walaupun masih ada yang harus dilengkapi. Seperti pendukung alat masak, tabung gas hingga pemasangan exhaust yang dirasa kurang,” kata Roni, Selasa (11/2/2025).
Menurut dia, dari sisi kesiapan sudah dilakukan. Hanya saja, pelaksanaannya masih menunggu kesiapan dari yayasan yang mengelola.
Di sisi lain, juga masih dalam porses melengkapi administrasi sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional. “Mudah-mudahan semua lancar sehingga program bisa dimulai,” katanya.
Rencananya dapur ini melayani makan bergizi gratis untuk siswa di empat sekolah di Kota Wonosari, mulai dari SD hingga SMA dan SMK. Meski masih dalam tahap persiapan, tetapi dia mengakui bahwa sudah ada kepastian kebutuhan petugas untuk menjalankan operasional dapur pengolahan. Roni menjelaskan, ada sekitar 50 orang yang dibutuhkan dalam pengoperasian.
Rinciannya, sebanyak tiga orang dari Pusat. Sedangkan sisanya sebanyak 47 petugas akan melibatkan tenaga kerja lokal dari Gunungkidul. “Akan ada proses pelatihan. Kami sudah berkomunikasi dengan dinas sosial maupun dinas Pendidikan untuk melaksanakan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang akan mengawasi dapur,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan sudah mengajukan anggaran senilai Rp500 juta untuk mendukung program makan bergizi gratis. Pagu ini diperlukan sebagai upaya pengawasan serta mengantisipasi hak-hal yang tak diinginkan. “Tujuannya agar program lancar dan tidak ada kasus keracunan saat program dijalankan,” kata Ismono.
Dia menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengawasi proses pengolahan makanan yang akan disajikan. Yakni, mulai dari pemilihan bahan baku hingga memasak harus benar-benar dijamin keamanannya. “Harus terjamin kebersihan dan kandungan gizinya. Makanya, kami mewajibkan ada surat-surat terkait dengan sanitasi dan higienitas sebagai jaminan keamanan makanan yang akan disajikan kepada para murid,” ujar dia.
BACA JUGA: Program Makan Bergizi Gratis Dapat Tambahan Rp100 Triliun Agar Capai 82,9 Juta Penerima
Selain itu, Dinas Kesehatan Gunungkidul juga akan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas yang dipersiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keamanan. “Ada 49 petugas yang dipersiapkan untuk memastikan keamanan pangan serta memahami standarisasi kesehatan dalam penyediaan makanan,” kata dia.
Untuk antisipasi saat program dijalankan, petugas puskemas juga disiagakan agar mengambil langkah cepat saat terjadi hal yang tak diinginkan. “Sudah kami koordinasikan. Petugas puskesmas telah siap mengambil tindakan Ketika terjadi kejadian seperti keracunan agar tertangani dengan cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.