Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta - ist/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Handayani harus terus ditingkatkan. Selain mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di DIY, juga untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia.
“Sejak pertama kali menjadi bupati [di Gunungkidul], peningkatan kapasitas SDM jadi salah satu tugas yang ingin saya jalankan,” kata Sunaryanta, Jumat (14/2/2025).
Menurut dia, upaya yang dilakukan telah membuahkan hasil. Pasalnya, selama empat tahun menjabat IPM Gunungkidul bisa meningkat, meski dari sisi posisi masih menduduki posisi terendah di DIY. “Saya masuk masih indeksnya masih 69, tapi setelah empat tahun naik menjadi 73. Memang untuk meningkatkan IPM dibutuhkan waktu yang lama,” katanya.
Sunaryanta menungkapkan, keberhasilan ini tak lepas dari program-program yang dijalankan. Salah satunya dengan menjali kerja sama dengan perguruan tinggi di DIY, Jawa Tengah hingga luar daerah. “Programnya banyak mulai dari kuliah, pemberdayaan masyarakat hingga penelitian. Total sudah ada 45 perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemkab Gunungkidul selama saya menjabat sebagai bupati,” ungkapnya.
Ditambahkan Sunaryanta, kerja sama diwujudkan dalam berbagai bentuk. Bahkan, lanjut dia, ada salah satu kampus di Bekasi yang bisa memberikan kuliah gratis kepada warga Gunungkidul. “Ya kalau mau, warga Gunungkidul bisa berkuliah gratis di Bekasi. Tetapi, pertimbangan biaya hidup harus dipertimbangkan karena di sana sudah mahal,” katanya.
Di masa kepemimpinannya yang sudah mau berakhir, Sunaryanta berharap peningkatan kapasitas SDM di Gunungkidul bisa terus ditingkatkan. “Pendidikan ini juga menjadi faktor penting untuk pembangunan maupun upaya mewujudkan kesejahteraan Masyarakat,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua STPMD APMD Yogyakarta, Sutoro Eko Yunanto menyambut baik kerja sama ini karena menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sesuai dengan jurusan yang diampu berkaitan dengan pemerintahan desa.
BACA JUGA: Pamong Kalurahan di Gunungkidul Bisa Dapat Potongan Biaya Kuliah hingga 50 Persen
Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan nota kesepakatan bersama dengan Pemkab Gunungkidul, maka AMPD Yogyakarta memberikan kesempatan kepada pamong untuk berkuliah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di kalurahan di Bumi Handayani. “Program ini juga berlaku bagi anak pamong yang ingin berkuliah,” kata Sutoro.
Ia memastikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, maka akan ada kelonggaran. Pihaknya siap memberikan potongan biaya kuliah hingga 50% bagi pamong maupun anak pamong yang berkuliah di AMPD. “Yang jelas pelaksanananya juga akan mengacu pada ketentuan berlaku dan jangan dipersulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.