Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta - ist/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta menilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bumi Handayani harus terus ditingkatkan. Selain mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di DIY, juga untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia.
“Sejak pertama kali menjadi bupati [di Gunungkidul], peningkatan kapasitas SDM jadi salah satu tugas yang ingin saya jalankan,” kata Sunaryanta, Jumat (14/2/2025).
Menurut dia, upaya yang dilakukan telah membuahkan hasil. Pasalnya, selama empat tahun menjabat IPM Gunungkidul bisa meningkat, meski dari sisi posisi masih menduduki posisi terendah di DIY. “Saya masuk masih indeksnya masih 69, tapi setelah empat tahun naik menjadi 73. Memang untuk meningkatkan IPM dibutuhkan waktu yang lama,” katanya.
Sunaryanta menungkapkan, keberhasilan ini tak lepas dari program-program yang dijalankan. Salah satunya dengan menjali kerja sama dengan perguruan tinggi di DIY, Jawa Tengah hingga luar daerah. “Programnya banyak mulai dari kuliah, pemberdayaan masyarakat hingga penelitian. Total sudah ada 45 perguruan tinggi yang bekerjasama dengan Pemkab Gunungkidul selama saya menjabat sebagai bupati,” ungkapnya.
Ditambahkan Sunaryanta, kerja sama diwujudkan dalam berbagai bentuk. Bahkan, lanjut dia, ada salah satu kampus di Bekasi yang bisa memberikan kuliah gratis kepada warga Gunungkidul. “Ya kalau mau, warga Gunungkidul bisa berkuliah gratis di Bekasi. Tetapi, pertimbangan biaya hidup harus dipertimbangkan karena di sana sudah mahal,” katanya.
Di masa kepemimpinannya yang sudah mau berakhir, Sunaryanta berharap peningkatan kapasitas SDM di Gunungkidul bisa terus ditingkatkan. “Pendidikan ini juga menjadi faktor penting untuk pembangunan maupun upaya mewujudkan kesejahteraan Masyarakat,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua STPMD APMD Yogyakarta, Sutoro Eko Yunanto menyambut baik kerja sama ini karena menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sesuai dengan jurusan yang diampu berkaitan dengan pemerintahan desa.
BACA JUGA: Pamong Kalurahan di Gunungkidul Bisa Dapat Potongan Biaya Kuliah hingga 50 Persen
Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan nota kesepakatan bersama dengan Pemkab Gunungkidul, maka AMPD Yogyakarta memberikan kesempatan kepada pamong untuk berkuliah. Langkah ini sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM di kalurahan di Bumi Handayani. “Program ini juga berlaku bagi anak pamong yang ingin berkuliah,” kata Sutoro.
Ia memastikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Gunungkidul, maka akan ada kelonggaran. Pihaknya siap memberikan potongan biaya kuliah hingga 50% bagi pamong maupun anak pamong yang berkuliah di AMPD. “Yang jelas pelaksanananya juga akan mengacu pada ketentuan berlaku dan jangan dipersulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.