Ratusan Pelajar DIY-Jateng Adu Akurasi Roket Air di Embung Giwangan
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
Tyas Susilowati./Dok. Pribadi
SLEMAN—Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan sangat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali masyarakat Kabupaten Sleman. Melalui Program JKN, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pembiayaan pemeriksaan, pengobatan, hingga rawat inap di tiap fasilitas kesehatan baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
Begitu juga yang dirasakan oleh salah satu peserta JKN di Rumah Sakit Umum (RSU) Sakina Idaman, Tyas Susilowati (47), tampak sedang mengurus berkas administrasi dengan raut wajah bahagia. Padahal, dua bulan sebelumnya dia takut dan cemas lantaran terdapat benjolan di salah satu bagian tubuhnya.
“Saya takut mau periksa, akhirnya memberanikan diri untuk pergi ke FKTP. Awalnya FKTP saya masih terdaftar di luar wilayah. Tetapi cukup dengan mengunduh Aplikasi Mobile JKN, langsung pindah faskes melalui aplikasi tersebut, proses sangat cepat dan mudah. Setelah pindah faskes, kemudian saya mendaftar untuk periksa,” kata Tyas ditemui di RSU Sakina Idaman, Rabu (26/2).
Setelah dilakukan pemeriksaan di FKTP, Tyas dirujuk ke RSU Sakina Idaman. Dia kemudian bertemu dokter Agustine. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga pemeriksaan radiologi dan dirujuk ke poli lainnya, dokter mengatakan benjolan tersebut akibat hormon. Oleh dokter cukup diberikan obat dan tyas bisa berobat rawat jalan.
Dia mengaku, selama berobat menggunakan jaminan dari BPJS Kesehatan tidak pernah ada perbedaan pelayanan yang diberikan oleh FKTP maupun FKRTL. Petugas kesehatan tetap ramah dalam melayani pasien JKN. Seluruh pengobatan juga dijamin oleh BPJS Kesehatan tanpa ada biaya tambahan lainnya.
“Pelayanannya baik, ramah dan ruang tunggu juga bersih. Dokter pun menerangkan dengan sangat rinci dan sabar kepada pasien-pasiennya, itu yang diharapkan oleh pasien. Semuanya telah didapatkan selama menggunakan jaminan dari BPJS Kesehatan,” kata Tyas.
Tidak hanya layanan kesehatan yang sudah sangat baik, inovasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan sangat membantu seperti dapat melihat info riwayat pelayanan kesehatan dan juga dapat mengetahui risiko kesehatan dengan mengisi skrining riwayat kesehatan yang ada di Aplikasi Mobile JKN.
“Saya dan dua anak kami telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sejak suami saya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Iuran BPJS Kesehatan secara otomatis telah terpotong dari gaji suami saya. Dengan begitu, kami sekeluarga tidak khawatir dalam urusan pembiayaan ketika memeriksakan anaknya di faskes,” ungkap Tyas.
Bukan hanya dia dan kedua anaknya, suami Tyas pun rutin melakukan pemeriksaan kesehatan jantung di fasilitas kesehatan tanpa perlu memikirkan persoalan biaya. Semua fasilitas yang didapatkan dari Program JKN ini memberikan ketenangan bagi keluarga Tyas. Tyas sekeluarga merasa lebih nyaman untuk rutin memeriksakan kesehatan tanpa beban. Hal ini menjadi sangat penting guna mengantisipasi munculnya penyakit dan mengobati penyakit sejak dini.
Begitu pun dengan orang tua Tyas, ayahnya yang telah memasuki usia senja dan memiliki riwayat diabetes, sempat menjalani pemeriksaan ke dokter jantung. Sebab itu, setiap bulan, orang tua Tyas rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya tetap terjaga. Kemudahan akses layanan kesehatan menggunakan jaminan dari BPJS Kesehatan ini benar-benar membantu keluarga kami dalam merawat kesehatan hingga lebih tenang dan tanpa memikirkan beban biaya.
“Saya kan sempat tinggal juga di Kepulauan Riau. Pelayanan yang diberikan disana juga sama, semuanya baik tanpa ada perbedaan layanan antara peserta JKN maupun peserta umum. Suami saya pernah luka akibat pisau, langsung diperiksa dan lukanya dijahit. Pelayanan di faskes sangat cepat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 522 pelajar dari 71 sekolah di DIY dan Jawa Tengah menguji ketelitian mereka dalam Kontes Roket Air yang digelar Taman Pintar di Taman Budaya Embung Gi
InfraNexia dan XLSMART memperluas kerja sama infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi jaringan di Indonesia.
Timnas Boccia Indonesia juara World Boccia Championship 2026 di Seoul dengan 3 emas dan 1 perak, sekaligus mengamankan poin menuju Paralimpiade 2028.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.
Guru SD menyoroti fenomena anak socially awkward di sekolah di tengah meluasnya smartphone dan AI serta pentingnya interaksi langsung.