Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Beberapa wisatawan tampak mengamati karya lukisan Jenderal Soedirman di Museum Monumen Yogya Kembali, Kalurahan Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (27/2/2025)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa perlu ada upaya lebih guna menarik wisatawan agar mau mengunjungi museum-museum yang ada di Bumi Sembada. Dispar mengaku penjenamaan ulang atau rebranding menjadi salah satu upaya yang dapat diambil.
Kepala Dispar Sleman, Ishadi Zayid, mengatakan upaya menarik wisatawan ke museum memang menjadi tantangan. Pasalnya, tidak semua orang memiliki ketertarikan di dunia permuseuman, wisata segmented.
“Orang yang datang ke museum biasaya orang-orang intelektual. Orang yang memang tertarik dengan sejarah suatu benda,” kata Zayid ditemui di Monumen Yogja Kembali, Kamis (27/2/2025).
Zayid menambahkan museum memiliki peran penting bagi generasi muda dalam memberikan tawaran narasi perjalanan sebuah bangsa. Sebab itu, mereka akan berupaya dan memberi dukungan setiap kegiatan pameran di museum.
Sebagai contoh, Monumen Yogya Kembali menggelar pameran lukisan, patung tokoh penting Serangan Umum (SO) 1 Maret 1949 dan Pameran Buku Jenderal Besar TNI, Soeharto pada Kamis (27/2) hingga Rabu (5/4/2025).
SO 1 Maret diinisiasi oleh Soeharto, Jenderal Soedirman, dan Sri Sultan HB IX. Sebab itu, pengunjung atau wisatawan akan melihat banyak lukisan dan patung tiga tokoh tersebut.
BACA JUGA: Gegara Refokusing Anggaran, 1.000 Anak Terlantar di Sleman Gagal Terima Bansos Tahun Ini
Kepala Bagian Operasional Museum Yogya Kembali, Nanang Dwinarto, mengatakan ada 76 karya lukis dan enam patung baik Jenderal Soedirman dan Soeharto.
“Kami berharap generasi muda bisa tahu dan mengenal tokoh-tokoh pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan, utamanya SO 1 Maret yang jadi roh Yogya Kembali,” kata Nanang.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman, Edy Winarya, mengatakan pihaknya memiliki tugas pokok dan fungsi dalam membentuk karakter masyarakat melalui edukasi museum. Menurut dia, museum menjadi pintu dalam membentuk karakter seseorang.
“Museum tidak sekadar menyimpan barang lama. Barang itu punya nilai sebuah perjuangan kalau di museum perjuangan. Nilai ini bisa digunakan untuk mengedukasi kalangan muda,” kata Edy.
Edy mengaku pihaknya tidak memiliki pembangunan infrastruktur fisik. Disbud berfokus pada upaya promosi, edukasi, dan pelatihan pemandu museum. Pengembangan koleksi juga menjadi ranah masing-masing museum.
Adapun jumlah museum di DIY ada sekitar 42 titik. Dari jumlah tersebut, 21 di antaranya berada di Kabupaten Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.