Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja meningkatkan intensitas patrol malam selama Ramadan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan jalanan dan tindakan kriminal lainnya selama Ramadan di Kota Jogja.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, menjelaskan peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat dilakukan dengan mengedepankan kegiatan preventif. "Di antaranya menambah patroli di tempat rawan guna mencegah pencurian, kejahatan jalanan, perang sarung dan gangguan kamtibmas lainnya," ujarnya, Sabtu (1/3/2025).
Terkait dengan antisipasi adanya kejahatan jalanan atau perang sarung yang sering dilakukan oleh para remaja, ia memerintahkan agar pos kejahatan jalanan di setiap wilayah Polsek untuk dimaksimalkan. “Saya juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk selalu bekerja sama bahu membahu dalam menciptakan Kota Jogja yang aman, tertib dan nyaman,” ungkapnya.
Polsek Rayon 3 yang terdiri dari Polsek Gondokusuman, Polsek Danurejan, dan Polsek Pakualaman, sudah menjalankan arahan ini dengan meningkatkan kegiatan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sejak Kamis (27/2/2025).
BACA JUGA: 9 Hari Diburu, Pelaku Begal Payudara di Ngemplak Akhirnya Dibekuk Polisi
Patroli gabungan ini dipimpin oleh Kanit Binmas Polsek Danurejan, Iptu Sudaryono, yang bertindak sebagai Perwira Pengawas (Pawas) pada hari itu. Kegiatan patroli ini menyasar wilayah-wilayah yang dianggap rawan, kawasan publik, serta objek vital seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, dan area permukiman penduduk di wilayah Rayon 3. “Dalam patroli KRYD kali ini, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai, dengan prioritas sasaran senjata tajam, minuman keras, narkoba, serta kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor,” katanya.
Selain itu, petugas juga membubarkan dan memeriksa kelompok remaja yang berkumpul di pinggir jalan, mengimbau mereka untuk segera pulang ke rumah masing-masing guna menghindari potensi menjadi korban kejahatan jalanan.
Selama razia berlangsung, petugas tidak menemukan barang-barang mencurigakan maupun berbahaya. "Kegiatan KRYD ini akan terus kami tingkatkan, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.