Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Anggota salah satu bank sampah di Kotabaru menimbangkan sampah anorganik, beberapa waktu lalu./ist FBS Kotabaru
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Kotabaru memiliki enam bank sampah yang tersebar di setiap RW. Bank sampah-bank sampah tersebut melakukan berbagai aktivitas untuk mengelola sampah terutama anorganik yang dihasilkan masyarakat.
Ketua Forum Bank Sampah (FBS) Kotabaru, Ika Yuli Asri, menjelaskan bank sampah di Kotabaru ada enam unit, yakni Bank Sampah Code Mandiri di RW 1, Bank Sampah Sidomulyo di RW 2, Bank Sampah Berkah dan Bank Sampah Makmur di RW 3, Bank Sampah Akasia di RW 4 dan Bank Sampah Piranti di RW 5.
“Kegiatannya penimbangan rutin sampah anorganik, ada yang dua minggu sekali, ada yang sebulan sekali. Di beberapa bank sampah membuat kerajinan, seperti di Bank Sampah Akasia membuat bunga kering dan lampion dari sisa barang bekas,” ujarnya, Selasa (4/3/2025).
Kemudian di Bank Sampah Makmur dan Bank Sampah Berkah, membuat tas dari tutup botol dan bunga dari sedotan. “Kemudian di Bank Sampah Sidomulyo RW 2 ada budidaya magot. Itu udah berjalan sekitar satu tahun ini,” ungkapnya.
Budidaya magot tersebut berfungsi untuk mengolah sampah sisa makanan. Namun produksi magot belum banyak karena warga di RW 3 tidak banyak dan kebanyakan masyarakat Kotabaru sudah memiliki biopori untuk mengolah sampah organik. “Jadi belum dijual hasilnya, paling hanya diberikan buat yang membutuhkan,” kata dia.
Masing-masing bank sampah juga sudah difasilitasi mesin pencacah, bak pilah dan ember tumpuk. Mesin pencacah digunakan untuk mencacah sampah daun untuk dijadikan pupuk kompos. Adapun untuk sampah anorganik, bank sampah di Kotabaru menerima semua jenis barang.
“Semua sampah anorganik diterima. Walaupun tidak semua pelapak menerima sampah anorganik, seperti Sepatu, ban, tas, plastik kresek. Tapi kami terima semua sampah anorganik. Nanti yang tidak terjual kami serahkan ke FBS Kota Jogja,” ungkapnya.
Sayangnya belum semua warga Kotabaru menjadi anggota bank sampah di RW masing-masing. Hal ini disebabkan beberapa warga sudah menjual sampah anorganiknya sendiri. “Target kami setiap KK menjadi anggota belum maksimal, soalnya banyak warga yang menjadi pelapak sendiri,” katanya.
Namun sebagian besar warga menurutnya sudah menjadi anggota bank sampah. Khusus untuk RW 3 banyak ditempati perkantoran dan restoran. “Jadi kami buat MOU permohonan agar mereka mau menjadi anggota,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BGN suspend 1.276 SPPG MBG yang belum memenuhi syarat SLHS. Sebanyak 654 SPPG kategori kritis diusulkan ditutup permanen.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
KPK menelusuri alur perintah dan aliran uang dalam dugaan suap pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.