Gerindra Bersihkan Pantai Baru Bantul, Singgung Retribusi Rp5.000
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Minuman keras - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pesta miras oplosan di Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul yang merenggut nyawa dua perempuan warga Kota Jogja, akhir pekan lalu menjadi alasan Pemkab Bantul segera mengambil langkah agar peristiwa itu tak terulang.
"Tentu kami sangat prihatin kenapa kejadian miras oplosan masih terjadi di wilayah kami. Ini hal yang sangat kami sayangkan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja, Rabu (5/3/2025).
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab Bantul akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan pihak terkait lainnya guna meningkatkan pengawasan.
Agus menyebutkan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara lebih masif. "Monitoring dan pencegahan akan kami perkuat. Jangan sampai ada lagi yang mengonsumsi miras oplosan karena dampaknya sangat membahayakan," kata dia.
Terkait dengan penindakan, Pemkab Bantul akan memperkuat operasi yustisi terhadap peredaran miras oplosan. Agus menegaskan bahwa sesuai peraturan daerah (Perda), miras oplosan dilarang dan dapat langsung ditindak. "Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan penegak hukum untuk melakukan razia besar-besaran. Ini harus kami geruduk, tidak bisa dibiarkan," katanya.
Namun, Agus mengakui bahwa penindakan seringkali terkendala minimnya laporan dari masyarakat. Pasalnya, peredaran miras oplosan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. "Kami butuh bantuan masyarakat. Jika ada informasi, segera laporkan agar bisa langsung kami tindak. Jangan sampai kasus ini berulang karena keterlambatan informasi," ucap dia.
BACA JUGA: Percobaan Pembunuhan di Bantul, Mantan Karyawan Menganiaya Pemilik Distributor Kedelai
Kesadaran Masyarakat
Menurut Agus, kasus miras oplosan bukan sekadar kenakalan remaja, karena konsumennya juga melibatkan orang dewasa.
Dia pun menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya minuman beralkohol ilegal ini "Kebiasaan ini terus berulang. Padahal korban sudah banyak. Ini menjadi tamparan bagi semua. Kenapa kesadaran masyarakat masih kurang?" ucap dia.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bantul akan kembali menggencarkan gerakan edukasi dan kampanye antiminuman keras, terutama di bulan Ramadan. Program seperti Dusun Anti-Pekat dan Dusun Anti-Miras akan kembali dioptimalkan.
Diberitakan sebelumnya, dua perempuan menjadi korban meninggal dunia akibat pesta miras oplosan yang terjadi di Ngumbul, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Selain itu dua korban lain dilaporkan dirawat di rumah sakit akibat mengonsumsi miras yang dicampur dengan pil sapi.
Kedua perempuan yang meninggal dunia, masing-masing berinisial MAM, 24, warga Baciro, Kemantren Gondokusuman; dan RKP, 21, warga Wirogunan, Kemantren Mergangsan. Sementara dua orang yang dirawat di RS, masing-masing berinisial KPP, 21, si empunya rumah yang dipakai pesta miras; dan AF, 27, warga Pleret.
"Bila ada yang menjual atau meminum miras mohon dapat melaporkan kepada kami, bisa di Polres atau polsek terdekat atau juga bisa hubungi anggota Bhabinkamtibmas. Atau dapat menghubungi nomor layanan kepolisian dan juga pengaduan Whatsapp Kapolres Bantul," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.