6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Polres Bantul bersama Biddokkes Polda DIY melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban meninggal dunia berinisial RKP yang meninggal dunia akibat miras oplosan, Kamis (6/3/2025) di pemakaman umum Lowanu./ Harian Jogja - Yosef leon
Harianjogja.com, BANTUL – Polres Bantul melakukan ekshumasi terhadap jenazah korban meninggal dunia yang diduga mengkonsumsi minuman keras (miras) oplosan berinisial RKP, 21, warga Wirogunan, Jogja, pada Kamis (6/3/2025) di pemakaman umum Lowanu. Proses pembongkaran makam ini dilakukan guna memastikan penyebab kematian melalui pemeriksaan forensik.
Ekshumasi dilakukan sejak pukul 09.00 WIB oleh petugas gabungan. Di pintu pemakaman dipasang garis polisi dan hanya aparat yang diperbolehkan masuk. Sebagian warga terlihat berkerumun di depan pintu masuk makam ingin menyaksikan pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bantul, Iptu Iqbal Satya menjelaskan, ekshumasi ini bertujuan untuk mencari tanda-tanda kejanggalan dalam kematian korban. Kasus ini bermula dari insiden pesta miras di Banguntapan, Bantul yang menyebabkan dua perempuan meninggal dunia yakni RKP dan MAM, 24 dan dua lainnya laki-laki masih menjalani perawatan medis yaitu KPP 21, dan AF 27.
"Ekshumasi ini untuk kasus kemarin, di mana ada dua wanita meninggal dunia setelah mengonsumsi minuman yang diduga miras oplosan. Namun, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait kandungan dalam minuman tersebut," ujar Iqbal.
Dua korban lainnya yang selamat saat ini masih dirawat di rumah sakit akibat mengalami gangguan kesehatan, termasuk penurunan penglihatan. Menurut pihak kepolisian, salah satu dari mereka awalnya mengeluhkan pusing, mual, dan pandangan kabur saat dimintai keterangan, sehingga kurang maksimal untuk dimintai keterangan.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah minuman yang dikonsumsi korban merupakan hasil oplosan sendiri atau diperoleh dari pihak lain. Saat ini, sampel minuman yang diminum oleh korban telah dikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah ada bahan tambahan lain dalam minuman tersebut. Selain itu, kami juga belum bisa meminta keterangan dari orang-orang yang terlibat dalam pesta miras tersebut karena kondisi mereka yang belum stabil," tambahnya.
BACA JUGA: Korban Miras Oplosan di Banguntapan Bertambah, Dua Perempuan Muda Meninggal Dunia
Dalam ekshumasi itu Polres Bantul bekerja sama dengan Bidang Kesehatan dan Kedokteran Polda DIY. Hasilnya akan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk ditindaklanjuti. "Kami mengambil sampel dari jenazah korban yang hasilnya akan dibawa ke Semarang, jadi perkembangan kasus masih menunggu hasil uji laboratorium," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya tersangka dalam kasus ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan.
"Semua kemungkinan masih terbuka. Bisa jadi ada tersangka, bisa juga tidak. Kami masih mengumpulkan bukti dan menunggu hasil pemeriksaan medis serta keterangan saksi-saksi sebelum menentukan langkah lebih lanjut," pungkas Iqbal.
Diberitakan sebelumnya, dua perempuan RKP dan MAM warga Jogja menjadi korban meninggal dunia akibat pesta miras oplosan yang terjadi di Ngumbul, Tamanan, Banguntapan, Bantul pada Sabtu (1/3/2025). Kedua korban meninggal dunia di rumah sakit pada Senin (3/3/2025) setelah mengeluh dada terasa panas. Selain itu dua korban lain dilaporkan harus mendapat perawatan medis akibat mengonsumsi miras yang diduga dicampur dengan pil sapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
Gladi kotor HUT ke-81 RI digelar di Istana Merdeka. Sebanyak 81 pesawat dan helikopter mengikuti latihan demo udara.
Akun MyPertamina terblokir? Simak penyebab dan cara memulihkan akun, QR Code Subsidi Tepat, hingga layanan Pertamina 135.
Pembangunan gerai dan gudang KDMP di Gunungkidul mencapai 30 titik. Namun, muncul persoalan biaya listrik, air, dan persaingan usaha warga.