Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Petani Melon - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menyalurkan bantuan tanaman buah ke sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan petani milenial pada anak-anak sekolah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, petani di Gununungkidul butuh regenerasi karena didominasi oleh orang tua. Oleh karena dilakukan sejumlah program untuk menumbuhkan semangat generasi muda untuk Bertani.
Salah satu upaya yang dilaksanakan dengan mengenalkan bercocok tanam dan penanaman tanaman buah ke anak-anak sekolah. Menurut dia, program ini sudah dilaksanakan dengan menyasar ke sejumlah sekolah mulai dari SD dan SMP di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami memberikan bantuan benih tanaman buah untuk kemudian ditanam secara bersama-sama. Program ini diberinama Program Perkarangan Pangan di Sekolah,” kata Rismiyadi, Rabu (5/3/2025).
Dia menjelaskan, sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan bantuan di antaran SMP Negeri 2 Ponjong; SMP Negeri 3 Tanjungsari, SD Negeri 1 Baran di Kapanewon Rongkop, SDIT Permata Bangsa di Kapanewon Karangmojo dan SD Negeri 1 Dadapayu di Kapanewon Semanu. Adapun bantuan pohon buah yang diberikan di antaranya bibit jambu Dalhari; Alpukat, Nangka Madu, Kelengkeng, Durian hingga Mangga.
“Untuk penanaman kita libatkan para siswa,” katanya.
Diharapkan program ini bisa menggerakan para siswa lebih mengenalkan dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk Bertani. “Harapannya bisa menjadi petani-petani milenial karena memang petani Gunungkidul saat ini butuh regenerasi,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Ponjong, Agus Purwadi mengucapkan termakasih atas bantuan bibit buah-buahan dari Dinas Petanian dan Pangan Gunungkidul. Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan salah satu kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Ponjong.
“Kegiatan ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi siswa bagaimana merawat tanaman buah-buahan agar bisa berbuah dan dapat dimanfaatkan hasilnya,” katanya.
Untuk pelaksanaan, Agus mengakui sekolah tidak sendirian. Pasalnya, juga ada dukungan pendampingan dari PPL BPP Ponjong sehingga program berjalan dengan baik.
“Yang ditanam merupakan pohon buah, jadi harapannya dapat tumbuh subur sehingga cepat berbuah,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Hasil survei menunjukkan indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Kejagung mengungkap alasan Rinaldi Umar batal menjadi Dirdik Jampidsus. Posisi tersebut kini ditempati Saiful Bahri Siregar.