56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Petani Melon - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul menyalurkan bantuan tanaman buah ke sejumlah sekolah di Kabupaten Gunungkidul. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menumbuhkan petani milenial pada anak-anak sekolah.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, petani di Gununungkidul butuh regenerasi karena didominasi oleh orang tua. Oleh karena dilakukan sejumlah program untuk menumbuhkan semangat generasi muda untuk Bertani.
Salah satu upaya yang dilaksanakan dengan mengenalkan bercocok tanam dan penanaman tanaman buah ke anak-anak sekolah. Menurut dia, program ini sudah dilaksanakan dengan menyasar ke sejumlah sekolah mulai dari SD dan SMP di Kabupaten Gunungkidul.
“Kami memberikan bantuan benih tanaman buah untuk kemudian ditanam secara bersama-sama. Program ini diberinama Program Perkarangan Pangan di Sekolah,” kata Rismiyadi, Rabu (5/3/2025).
Dia menjelaskan, sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan bantuan di antaran SMP Negeri 2 Ponjong; SMP Negeri 3 Tanjungsari, SD Negeri 1 Baran di Kapanewon Rongkop, SDIT Permata Bangsa di Kapanewon Karangmojo dan SD Negeri 1 Dadapayu di Kapanewon Semanu. Adapun bantuan pohon buah yang diberikan di antaranya bibit jambu Dalhari; Alpukat, Nangka Madu, Kelengkeng, Durian hingga Mangga.
“Untuk penanaman kita libatkan para siswa,” katanya.
Diharapkan program ini bisa menggerakan para siswa lebih mengenalkan dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk Bertani. “Harapannya bisa menjadi petani-petani milenial karena memang petani Gunungkidul saat ini butuh regenerasi,” ungkapnya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Ponjong, Agus Purwadi mengucapkan termakasih atas bantuan bibit buah-buahan dari Dinas Petanian dan Pangan Gunungkidul. Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan salah satu kegiatan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Ponjong.
“Kegiatan ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi siswa bagaimana merawat tanaman buah-buahan agar bisa berbuah dan dapat dimanfaatkan hasilnya,” katanya.
Untuk pelaksanaan, Agus mengakui sekolah tidak sendirian. Pasalnya, juga ada dukungan pendampingan dari PPL BPP Ponjong sehingga program berjalan dengan baik.
“Yang ditanam merupakan pohon buah, jadi harapannya dapat tumbuh subur sehingga cepat berbuah,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.