Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja memastikan 8 proyek startegis 2025 tetap berjalan, meskipun dibiayai oleh APBD.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Umi Akhsanti, beberapa waktu lalu.
Umi menyatakan kedelapan 8 proyek strategis yang tetap berjalan tersebut adalah pemeliharaan berkala Jalan Sugeng Jeroni Cs (Rp6,5 miliar); pembangunan saluran air hujan Jalan Dr Soepomo (Rp5,5 miliar); pembangunan SMPN 10 (Rp5,2 miliar); Renovasi gedung dan bangunan UPT PPA dan RPS (Rp 4,7 miliar) dan pembangunan SDN Golo (Rp4,2 miliar). Lalu ada juga rehabilitasi talud Sungai Code di Terban (Rp2 miliar); penataan penerangan jalan kota di sektor 1 di Jalan Kusumanegara, Ki Mangunsarkoro dan Suryopranoto (Rp2 miliar) dan pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa di Tahunan (Rp1,5 miliar).
Sementara untuk dua proyek strategis lainnya, yakni pemeliharaan Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Trimo Cs, Umi menyatakan, terpaksa dicoret karena adanya efisiensi anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
BACA JUGA: 10 Proyek Strategis Pemkot Jogja 2024 Rampung
Lebih lanjut Umi menyatakan, selain proyek pemeliharaan Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Trimo CS, pihaknya juga harus melakukan pembatalan proyek untuk sejumlah jalan dan drainase yang tidak masuk dalam proyek stategis 2025. Adapun proyek jalan dan drainase yang dicoret tersebut adalah jalan dan drainase di kawasan Kotabaru, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Wardani.
"Sementara kita cancel dulu. Seperti apa nantinya (kemungkinan diganti dengan APBD), belum tahu," kata Umi.
Menurut Umi, meski ada beberapa proyek pemeliharaan jalan hingga drainase dibatalkan, hal itu tidak akan berdampak signifikan. Sebab, saat ini kondisi drainase di Kota Jogja dalam kondisi baik walaupun ada beberapa titik yang butuh penanganan.
Umi memastikan tak akan ada genangan yang terjadi di Kota Jogja lebih dari dua jam. Biasanya, seusai diguyur hujan deras genangan akan muncul dan maksimal 30 menit genangan itu sudah kembali surut.
"(Kotabaru) bukan daerah yang banjir. Dalam artian ketika hujan tidak sampai setengah jam sudah surut. Yang disebut genangan banjir jika setelah 2 jam masih menggenang. Kalau di kita tidak ada yang lebih dari dua jam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.