Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul meminta kepada nelayan di kawasan Pesisir Selatan di wilayahnya untuk berhati-hati, meyusul adanya potensi gelombang tinggi. DKP berharap agar nelayan saat beraktivitas menangkap ikan tetap memperhatikan keselamatan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, sejak Senin (10/3/2025) mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY tentang peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi.
Diperkirakan di perairan Selatan Jawa mengalami kenaikan gelombang hingga ketinggian empat meter.Kenaikan itu, kata Wahid, diprediksi terjadi hingga Kamis (14/3/2025). Oleh karena itu, para nelayan di Gunungkidul diminta mewaspadai potensi ini sehingga terus berhati-hati saat beraktivitas di laut.
BACA JUGA: Waspada Gelombang Tinggi di Laut Jawa
“Mudah-mudahan semua normal, tapi kewaspadaan tetap jadi yang utama sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Wahid, Rabu (12/3/2025).
Ia menjelaskan, langkah antisipasi dapat dilakukan dengan terus memperbaharui berkaitan dengan perkembangan cuaca, kecepatan maupun ketinggian gelombang. Pembaharuan dapat dilakukan dengan mudah karena bisa diakses melalui gawai yang dimiliki nelayan.
“Sekarang perkembangan informasi bisa diakses dengan mudah seiring dengan adanya teknologi,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, untuk keamanan pada saat menangkap ikan dilaut, para nelayan diminta menggunakan pelampung. Alat pengamanan ini dibutuhkan untuk mengurangi risiko saat terjadi kecelakaan laut.
“Pakai jaket pelampung ini sangat penting karena bisa menjadi penyelamat saat terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan,” katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, sejak beberapa hari ini ada prediksi kenaikan gelombang. Meski demikian, untuk Rabu siang kondisi masih aman terkendali.
“Potensinya hingga 3,5 meter kenaikan gelombangnya. Tapi, hingga Rabu siang masih landai,” katanya.
Menurut dia, para nelayan tetap beraktivitas seperti biasa untuk menangkap ikan di laut. Hal ini dikarenakan prediksi kenaikan gelombang masih dalam kondisi aman karena masih dibawah lima meter ketinggiannya.
“Nelayan tetap beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Meski demikian, Marjono berharap nelayan tetap berhati-hati. Pasalnya, prediksi kenaikan gelombang juga dibarengi dengan potensi cuaca ekstrem.
“Kewaspadaan ini tetap penting agar saat beraktivitas bisa selamat semuanya. Tentunya, saat ada perkembangan terbaru berkaitan dengan cuaca maupun ketinggian gelombang akan kami informasikan ke nelayan,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.