38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Beras - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul telah menggulirkan program Aparatur Sipil Negara (ASN) membeli beras petani lokal sejak 2021. Kebijakan ini akan terus diperluas karena baru menyasar pegawai di 15 organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Gunungkidul, Jatmiko Sutopo mengatakan, imbauan untuk membeli beras pertani lokal sudah digulirkan sejak 2021 lalu. Menurut dia, program beras untuk ASN akan sangat membantu petani Gunungkidul dalam upaya meningkatkan kesejahteraan. Program ini merupakan kebijakan yang saling menguntungkan karena pegawai dapat dengan mudah mendapatkan beras berkualitas.
Sedangkan, petani tidak kesulitan memasarkan hasil panen dari sawah yang digarap. Meski demikian, ia mengakui belum semua OPD mengikuti program ini karena baru ada 15 OPD yang berpartisipasi.
“Rencananya akan terus diperluas dan kalau bisa menyasar ke seluruh OPD di Pemkab Gunungkidul,” kata Jatmiko, Kamis (13/3/2025).
Meski demikian, ia menekankan, perluasan program akan dikonsultasikan dengan Bupati Endah Subekti Kuntariningsih, yang baru saja dilantik sebagai kepala daerah di Gunungkidul. Terlebih lagi, sambung dia, program beras untuk ASN akan sangat membantu petani Gunungkidul dalam upaya meningkatkan kesejahteraan.
“Data terbaru ada 840 pegawai dari 15 OPD yang ikut program ini. Setiap bulan mendapatkan rutin beras seberat lima kilogram sehingga total ada 4,2 ton beras dari petani yang disalurkan,” katanya.
BACA JUGA: Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Gunungkidul Belum Optimal, Ini Sebabnya
Disinggung mengenai harga, Jatmiko mengakui, beras yang disediakan merupakan kualitas premium. Per kilonya dipatok Rp15.000 sehingga satu sak kemasan lima kilogram dihargai Rp75.000.
“Setiap bulan langsung diantar ke pegawai yang mengikuti program ini. jadi, tinggal bawa pulang saja,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, dirinya pribadi juga mengikuti program ini. secara kualitas beras yang diberikan merupakan jenis premium.
“Sekarang per kilonya dihargai Rp15.000 dan berasnya juga bagus dan enak,” kata Raharjo.
Menurut dia, program ini sangat bagus sehingga layak diperluas jaringannya. Adapun tugas dari dinas, selain memberikan pendampingan juga memastikan kualitas beras yang disalurkan benar-benar sesuai dengan ketentuan.
“Kualitas beras harus diperhatikan karena ini program yang saling menguntungkan. Sebab, petani bisa memasarkan beras hasil panen, para pegawai dapat dengan mudah mendapatkan beras dengan kualitas yang baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.