Advertisement
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Gunungkidul Belum Optimal, Ini Sebabnya
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja - Triyo Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025. Sayangnya program ini belum berjalan optimal.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan, pelaksanaan PKG sudah berjalan lebih dari satu bulan. Sebanyak 812 orang mendaftar dalam pemeriksaan gratis pada Februari-Maret 2025. Dari jumlah tersebut, hanya 726 orang atau 89,41 persen yang hadir. "Memang belum semua mengakses layanan tersebut," kata Ismono, Rabu (12/3/2025).
Advertisement
BACA JUGA: Semua Puskesmas di Gunungkidul Hari Ini Mulai Lakukan PKG
Ismono juga tidak menampik pelaksanaan masih ada sejumlah kendala di lapangan. Total ada 30 puskesmas di Gunungkidul dan seluruhnya telah menjalankan program PKG. Namun ada sejumlah kendala masih dihadapi. Salah satunya adalah kondisi aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) yang sulit diakses, masih ada Puskesmas belum memiliki ruang pemeriksaan khusus, SDM terbatas. Di sisi lain masih banyak masyarakat belum mengaktifkan SSM PKG, hingga sosialisasi belum optimal.
“Berbagai catatan ini menjadi catatan untuk perbaikan layanan,” katanya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Paliyan Lukito mengatakan, animo masyarakat untuk mendaftar pemeriksaan gratis di tempatnya masih belum banyak. Setiap harinya hanya ada rata-rata lima sampai sepuluh pasien yang melakukan pemeriksaan.
Diharapkan layanan ini bisa menjangkau paling tidak 5% dari total penduduk. Saat ini di Kapanewon Paliyan ada sekitar 33.000 jiwa.
“Jadi 5% itu ada 1.650 orang, maka paling sedikitnya 12 pasien per hari agar targetnya bisa terpenuhi. Tapi, ini belum bisa direalisasikan,” katanya.
Lukito mengatakan, target belum tercapai, salah satunya dikarenakan animo masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan masih kurang. Hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang berulang tahun tidak mendaftar.
“Faktor lain karena masuki panen raya sehingga Masyarakat lebih memilih panen ketimbang periksa. Di sisi lain, Bulan Puasa juga ikut memberikan pengaruh,” katanya.
Untuk mendongkrak minat masyarakat, pihaknya pun menggandeng pihak kapanewon dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan PKG ke masyarakat sekitar. “Harapannya Masyarakat bisa mengakses pelayanan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Meriyati Hoegeng Tutup Usia di 100 Tahun, Kapolri Sampaikan Duka
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Penebusan Pupuk Subsidi di Gunungkidul Tak Capai Kuota 2025
- Anggaran Rp160 Juta Digelontorkan, Ini Titik Pemberian Pakan Monyet
- Nisfu Syakban 2026 Jatuh 3 Februari, Malam Pengampunan dan Amalan
- BPBD Sleman: Lima EWS Rusak, Satu Hilang di Wilayah Rawan Bencana
- Kehidupan Air Purba Hadir di Taman Pintar, Target 750 Ribu Pengunjung
Advertisement
Advertisement



