Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Petugas kesehatan sedang melayani warga yang memeriksakan diri di UPT Puskesmas Ponjong I, Kabupaten Gunungkidul, Selasa, (10/9/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul telah melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG), yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025. Sayangnya program ini belum berjalan optimal.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan, pelaksanaan PKG sudah berjalan lebih dari satu bulan. Sebanyak 812 orang mendaftar dalam pemeriksaan gratis pada Februari-Maret 2025. Dari jumlah tersebut, hanya 726 orang atau 89,41 persen yang hadir. "Memang belum semua mengakses layanan tersebut," kata Ismono, Rabu (12/3/2025).
BACA JUGA: Semua Puskesmas di Gunungkidul Hari Ini Mulai Lakukan PKG
Ismono juga tidak menampik pelaksanaan masih ada sejumlah kendala di lapangan. Total ada 30 puskesmas di Gunungkidul dan seluruhnya telah menjalankan program PKG. Namun ada sejumlah kendala masih dihadapi. Salah satunya adalah kondisi aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) yang sulit diakses, masih ada Puskesmas belum memiliki ruang pemeriksaan khusus, SDM terbatas. Di sisi lain masih banyak masyarakat belum mengaktifkan SSM PKG, hingga sosialisasi belum optimal.
“Berbagai catatan ini menjadi catatan untuk perbaikan layanan,” katanya.
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Paliyan Lukito mengatakan, animo masyarakat untuk mendaftar pemeriksaan gratis di tempatnya masih belum banyak. Setiap harinya hanya ada rata-rata lima sampai sepuluh pasien yang melakukan pemeriksaan.
Diharapkan layanan ini bisa menjangkau paling tidak 5% dari total penduduk. Saat ini di Kapanewon Paliyan ada sekitar 33.000 jiwa.
“Jadi 5% itu ada 1.650 orang, maka paling sedikitnya 12 pasien per hari agar targetnya bisa terpenuhi. Tapi, ini belum bisa direalisasikan,” katanya.
Lukito mengatakan, target belum tercapai, salah satunya dikarenakan animo masyarakat untuk mengikuti pemeriksaan masih kurang. Hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang berulang tahun tidak mendaftar.
“Faktor lain karena masuki panen raya sehingga Masyarakat lebih memilih panen ketimbang periksa. Di sisi lain, Bulan Puasa juga ikut memberikan pengaruh,” katanya.
Untuk mendongkrak minat masyarakat, pihaknya pun menggandeng pihak kapanewon dan tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan PKG ke masyarakat sekitar. “Harapannya Masyarakat bisa mengakses pelayanan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik