Lomba Cerdas Cermat Museum di Gunungkidul Kenalkan Sejarah Lokal
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Proses pelaksanaan upacara melasti di Pantai Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Jumat (14/3/2025). ist/Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekitar 1.400 umat Hindu menggelar upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Jumat (14/3/2025).
Di kesempatan ini, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto mengajak umat untuk berperan dalam pelestarian lingkungan.
Ia juga mengucapkan selama kepada seluruh umat yang merayakan. Diharapkan rangkaian untuk memeringati Hari Raya Nyepi dapat berjalan dengan aman dan lancar.
“Keseimbangan alam termasuk tanah, udara, air, menjadi salah satu pesan utama dalam perayaan melasti. Jadi, kelestarian lingkungan harus dijaga untuk meningkatkan kualitas hidup,” kata Joko, Jumat (14/3/2025) siang.
Ia pun meminta dengan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama dapat semakin memperkuat harmoni kehidupan di Bumi Handayani. “Persatauan dan kesatuan di Gunungkidul harus terus dijaga,” katanya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Binmas) Hindu Kementerian Agama, Trimo, mengatakan, Hari Raya Nyepi di Pulau Jawa memiliki makna yang sangat sakral. Di momen ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak menyalakan api (amati geni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan tidak mencari hiburan (amati lelanguan).
BACA JUGA: Putus Sekolah Formal, Dua Ribu Anak di Kulonprogo Tak Rampung Pendidikan Dasar 9 Tahun
Menurut dia, Upacara Melasti memiliki tujuan untuk menyucikan alam sebelum umat menyucikan diri sendiri dalam menyambut Hari Raya Nyepi.
“Tema Nyepi tahun ini adalah Tri Kerukunan Umat Beragama, yang menekankan pentingnya hidup berdampingan dalam harmoni, baik antarumat Hindu, antarumat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah,” katanya.
Diharapkan melalui penyucian alam ini dapat menciptakan keharmonisan antarumat semakin kuat sehingga dapat menumbuhkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. “Sikap toleransi ini harus dipupuk untuk memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujar Trimo.
Ketua Panitia Hari Raya Nyepi Kabupaten Gunungkidul, Purwanto, menyampaikan bahwa Pura Segoro Wukir menjadi salah satu destinasi penting bagi umat Hindu di Yogyakarta setelah Prambanan dan Bantul.
Ia juga menekankan bahwa masih banyak pembangunan yang harus diselesaikan di kawasan tersebut, termasuk pembangunan candi serta peningkatan akses jalan menuju Pura.
“Kami sampaikan kepada bapak wakil bupati akses jalan ini guna menunjang kelancaran umat dalam beribadah. Ada sekitar 1.400 umat yang mengikuti upacara Melasti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menggelar lomba cerdas cermat museum tingkat SMP di Taman Budaya Gunungkidul, Selasa (12/5/2026).
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.