Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama Gunungkidul mencatat ada 34 calon Jemaah haji yang gagal berangkat menunaikan ibadah di tahun ini. Meski ada yang tidak jadi berangkat, namun dipastikan kuota pemberangkatan tetap sama, yakni sebanyak 261 jemaah yang berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Sholeh mengatakan, waktu pelunasan biaya perjalanan ibadah haji sudah ditutup pada Jumat (14/3/2025). Meski demikian, tidak semua Jemaah membayar biaya pelunasan karena ada 34 orang yang dipastikan gagal berangkat di tahun ini.
“Alasannya bermacam-macam ada yang meninggal dunia, masalah ekonomi, kesehatan hingga menunggu mahrom untuk pemberangkatan,” kata Taufik, Ahad (16/3/2025).
BACA JUGA : Calon Jemaah Asal Gunungkidul Mulai Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji
Adanya calon Jemaah yang gagal berangkat di tahun ini tak lantas membuat kuota Jemaah asal Gunungkidul berkurang. Pasalnya, slot yang kosong tersebut akan diisi oleh calon Jemaah masuk daftar tunggu dan telah melunasi biaya perjalanan ibadah.
“Jadi kuota yang diberangkatkan tetap 261 orang dari Gunungkidul,” ungkapnya.
Taufik menambahhkan, didalam proses pembayaran biaya perjalanan haji ini juga ada kendala karena ada dua Jemaah yang belum bisa melunasi karena terjadi kegagalan sistem dalam pembayaran. Keduanya masih diberikan kesempatan membayar di pelunasan tahap dua yang berlangsung mulai 24 Maret sampai 17 April 2025.
“Kalau gagal sistem masih diberikan kesempatan melunasi di tahap kedua,” katanya.
Secara total, biaya perjalanan ibadah mencapai Rp89,5 juta. Setiap, calon telah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp25 juta.
Selama proses menunggu pemberangkatan akan ada subsidi dari nilai manfaat yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp33,9 juta dan nilai manfaat virtual account sebesar Rp2,2 juta. “Jadi, tinggal membayar Rp28,1 juta agar dapat berangkat ke Tanah Suci,” kata Taufik.
Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukotip mengatakan, biaya pelunasan untuk ibadah tahap pertama sudah dilaksanakan. “Yang berangkat tahun ini, rata-rata mendaftar haji di 2012 lalu,” katanya.
BACA JUGA : Lion Air Jadi Penerbangan Haji 2025, Menteri Agama Minta Tidak Memakai Pesawat Tua
Dia menjelaskan, untuk pemberangkatan masih harus melalui berbagai tahapan yang panjang. Rencananya, calon Jemaah juga akan diberikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.
Selain itu, juga ada kegiatan manasik yang dilaksanakan di tingkat kapanewon maupun kabupaten. “Mudah-mudahan semua dapat berjalan lancar sehingga para Jemaah dapat menunaikan Ibadah Haji. Sebelum berangkat, juga harus menyiapkan fisik agar sehat sehingga menjanalan ibadah dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)