Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Tangkapan layar Tanjangan Clongop Gunungkidul./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan Gunungkidul telah memetakan jalur mudik di tahun ini. Meski sudah ada upaya normalisasi di Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari, namun jalur ini hanya direkomendasikan untuk kendaraan pribadi.
Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan, jalur utama mudik tetap di Jalan Jogja-Wonosari. Meski demikian, ada sejumlah jalur alternatif, salah satunya jalur Clongop di Kapanewon Gedangsari.
Hanya saja, ia mengakui, jalur ini belum direkomendasikan untuk kendaraan besar dengan lebih dari delapan orang atau armada angkutan barang. Hal ini dikarenakan lokasi jalur yang masih rawan longsor pada saat musim hujan.
“Memang untuk tebing yang retak dan sempat longsor di Clongop sudah ditangani sehingga bisa dilalui pengendara. Tapi, kami sarankan hanya untuk kendaraan pribadi dan bukan kendaraan yang lebih besar,” katanya, Ahad (23/3/2025).
Pertimbangan lain di jalur ini tak bisa dilalui sembarang kendaraan karena di sekitar lokasi masih ada ruas dengan kondisi tanjakan tajam dan turunan yang curam. “Potensi longsor juga masih ada, makanya hanya kendaraan kecil yang bisa melintas di jalur ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Jalur Alternatif Klaten-Gunungkidul Arah Jembatan Clongop Rusak, Waspada Kecelakaan
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto mengatakan, pascalongsor yang terjadi di tebing di Tanjakan Clongop, pada Senin (17/3/2025), sudah ada upaya penanganan. Secara total dibutuhkan waktu sekitar lima hari untuk menangani jalur ini agar benar-benar aman dilalui dan tidak terjadi longsor susulan.
“Memang ada retakan sepanjang 40 meter, setelah terjadi longsor. Upaya penanganan juga sudah dilakukan dengan mengeruk serta membuat terasiring agar potensi longsor susulan tidak terjadi lagi,” kata Eko.
Menurut dia, selama penaganan di jalan baru di Tanjakan Clongop sempat ditutup. Namun, setelah proses penaganan selesai dilakukan, maka jalur kembali dibuka.
“Aktivitas sudah kembali normal karena jalan baru di Tanjakan Clongop bisa dilalui,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sudah membuat peta kerawanan untuk jalur mudik. Dia menjelaskan, untuk peta rawan longsor bisa terjadi di Jalur Utama Jogja-Wonosari. Kajian itu bukan tanpa alasan karena peristiwa longsor pernah terjadi di jalur ini sehingga potensi pengulangan masih memungkinkan.
“Potensi longsor masih sangat mungkin karena lokasi jalur ada yang di wilayah perbukitan. Selain jalur Jogja-Wonosari, potensi longsor juga berpotensi terjadi di jalan baru di Tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari,” ungkapnya.
Menurut Sumadi, potensi bencana tidak hanya longsor. Pasalnya, kerawanan lain seperti pohon tumbang juga patut diwaspadai karena saat sekarang masih musim hujan.
Jalur masuk Gunungkidul yang rawan pohon tumbang di antaranya di jalur utama Jogja-Wonosari. Adapun selanjutnya, ada di Kapanewon Purwosari, Panggang, Semin dan Ngawen.
“Untuk jalur zona selatan memang ada perbukitan, tapi konturnya bebatuan sehingga tidak mudah longsor. Tapi, potensi pohon tumbang tetap harus diwaspadai,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.