Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Pemerintah Kota Jogja melalui Tim Percepatan dan Peningkatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menandatangani kerja sama dalam rangka mengoptimalkan penerimaan retribusi dan pajak daerah.. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja melalui Tim Percepatan dan Peningkatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menandatangani kerja sama dalam rangka mengoptimalkan penerimaan retribusi dan pajak daerah.
Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemkot Jogja dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk mengenai Penyediaan Layanan Perbankan dalam Rangka Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah di Kota Jogja, dilakukan pada Senin (24/3/2025).
Perjanjian kerja sama ini tidak lepas dari kondisi keuangan Pemkot Jogja dimana realisasi anggaran belanja dengan penerimaan pajak di Kota Jogja mengalami defisit pada Maret 2025.
Kondisi ini dinilai tidak lazim, lantaran pada tahun-tahun sebelumnya kondisi defisit baru akan dijumpai saat memasuki Oktober.
John Sarjono selaku Regional CEO (RCEO) Bank BRI Jogja, dalam keterangannya, mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembayaran pajak daerah, mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya, serta memperluas kanal pembayaran agar lebih transparan dan akurat.
"Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat Kota Jogja dapat melakukan pembayaran pajak daerah melalui berbagai layanan perbankan yang disediakan oleh Bank BRI, termasuk BRI Virtual Account dan Kode Billing," katanya.
BACA JUGA: Lebaran 2025, Pemkot Jogja Jamin Layanan Kesehatan Wisatawan
Perjanjian ini ditandanganu Raden Roro Andarini selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Jogja
Bersama Lutfi Anggriawan, Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Yogyakarta Cik Ditiro.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengatakan percepatan TP2DD menjadi salah satu program 100 hari kerja dia sebagai Wali Kota Jogja 2025-2030.
Dia menyebut realisasi penerimaan pajak years on years (YoY) 2025 menurun dibanding tahun sebelumnya."Sehingga kami agak terkaget ketika defisit itu biasanya Oktober, tapi tahun ini kaget Maret defisit," ujarnya.
Dia berharap melalui percepatan digitalisasi ini bisa memaksimalkan penerimaan retribusi dan pajak Pemko Jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
YouTube akan meluncurkan fitur deteksi wajah AI untuk kreator guna melawan deepfake dan penyalahgunaan konten digital.
Kemendagri dorong aturan larangan perang suku di Papua Pegunungan lewat Raperdasus dan Raperdasi demi menjaga keamanan.
Lonjakan penumpang KAI Daop 4 Semarang capai 220 ribu saat libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026. Ini rute favoritnya.
Bahasa Inggris akan jadi pelajaran wajib SD mulai 2027. Pemerintah siapkan pelatihan guru dan strategi peningkatan mutu pendidikan.
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.