Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Ilustrasi SPBU - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA–Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah mengklarifikasi antrean panjang kendaraan yang terjadi di Rest Area Pendopo KM 456 Tol Semarang-Solo pada Sabtu (29/3/2025) sore bukan disebabkan oleh kehabisan bahan bakar. Hal ini disampaikan oleh Area Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.
"Tidak benar itu terkait dengan kehabisan bahan bakar. Jadi ceritanya itu macet karena di depan ada mobil tangki yang terjepit. Mau keluar tidak bisa karena ada kendaraan yang ditinggal pengemudinya, sehingga menghalangi mobil tangki untuk keluar," ujar Taufik, Minggu (30/3/2025).
Ia memastikan bahwa stok bahan bakar di wilayah tersebut dalam kondisi aman dan tidak ada kendala dalam distribusi. "Stoknya aman, tidak ada masalah di regional Jawa Bagian Tengah selama masa mudik Lebaran," katanya.
BACA JUGA : Presiden Prabowo Salat Id di Istiqal Dilanjutkan Open House di Istana Merdeka
Taufiq juga memastikan bahwa antrean yang terjadi bukan karena kelangkaan BBM, melainkan akibat situasi lalu lintas di rest area yang tersendat akibat kendaraan yang diparkir sembarangan. Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada para pengendara agar lebih tertib dalam memarkir kendaraan guna menghindari kemacetan serupa di kemudian hari.
Insiden antrean panjang ini sempat membuat lalu lintas di sekitar rest area sempat tersendat, tetapi akhirnya dapat terurai setelah petugas melakukan penertiban. Pertamina pun terus memastikan kelancaran distribusi BBM selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Taufiq juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi resmi Pertamina guna mendapatkan update terkini terkait dengan ketersediaan BBM di berbagai titik layanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.