Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL-Warga Bantul diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Imbauan itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, terkait dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi berupa pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah, Rabu (2/4/2025).
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kota Jogja, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Bantul bagian utara dan tengah, serta Kabupaten Gunungkidul bagian utara dan tengah.
BACA JUGA : Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
Kemudian pada Kamis (3/4/2025) cuaca ekstrem tersebut juga berpotensi terjadi di wilayah yang sama, sementara pada Jumat (4/4/2025) cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulonprogo bagian utara, serta Kabupaten Gunungkidul bagian utara. "Waspadai juga potensi pohon tumbang saat cuaca kurang bersahabat. Apalagi pada jalur yang memiliki potensi ancaman bencana, seperti banjir dan longsor," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, BPBD Bantul menyiagakan seluruh personel baik di pos induk maupun pos pantau yang didirikan di kelurahan. "Untuk personel siaga 24 jam di pos kami masing masing serta dibantu pos-pos pantau yang didirikan oleh masyarakat," katanya.
BACA JUGA : Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
Menurut dia, semua wilayah di Bantul perlu mewaspadai adanya potensi dampak banjir, longsor, dan angin kencang ketika hujan dengan intensitas lebat mengguyur daerah ini. "Untuk tanah longsor dan banjir yang perlu diwaspadai di wilayah Kecamatan Pundong, Imogiri, Piyungan, dan Dlingo. Personel di BPBD seluruhnya sebanyak 180 orang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.