Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi siswa baru - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY tengah menyiapkan lokasi Sekolah Rakyat di Kabupaten Bantul. Program pemerintah pusat ini nantinya akan digunakan untuk memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak masyarakat miskin.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan saat ini pihaknya masih dalam proses pengusulan lokasi Sekolah Rakyat.
“Kebutuhannya luas tanah 5 sampai 10 hektare. Kami baru mengusulkan untuk kondisi lokus. Nanti akan ditindaklanjuti oleh pusat untuk survey dan pembangunan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Adapun lokasi yang disiapkan yakni di Kalurahan Gilangharjo, Pandak, Bantul, dengan tanah seluas 5 hektare milik Pemda DIY.
“Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan pertama akses yang bagus, karena di pinggir jalan. Kemudian lahan itu bersertifikat, milik Pemda DIY,” katanya.
Sekolah Rakyat yang disiapkan Pemda DIY tersebut adalah sekolah tingkat SMA, dengan jumlah rombel enam di setiap angkatannya.
“Kenapa kami usulkan SMA, karena Bupati-Walikota juga mengusulkan, tingkat SD-SMP,” ungkapnya.
Namun jumlah rombel tersebut masih bisa berubah, sesuai hasil peninjauan Kementerian Sosial. Selain gedung sekolah, di Sekolah rakyat juga harus disediakan asrama. Para murid semuanya harus tinggal di asrama tersebut selama sekolah.
Selain menyiapkan lokasi, Dinas Sosial DIY juga menyediakan pengasuh dan pamong kelas. Sementara untuk guru dan kepala sekolah semuanya disiapkan oleh Pemerintah Pusat.
“Operasional juga semuanya dari pusat,” paparnya.
Dinas Sosial DIY juga akan menyediakan tempat untuk menyeleksi calon siswa Sekolah Rakyat.
“Targetnya untuk anak miskin desil 1 dan desil 2. Jadi harapannya mereka boleh miskin secara ekonomi, tapi bagaimana mental dan karakternya di bangun. Tujuannya memutus mata rantai kemiskinan,” ungkapnya.
Selain Sekolah Rakyat yang diusulkan Dinas Sosial DIY, di DIY juga akan dibangun Sekolah Rakyat usulan Kementerian Sosial.
“Lokasinya di Sonosewu. Itu nanti akan segera jalan. Karena lokasinya sudah siap, di situ akan di-launching 1 Juli 2025,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Menurut Damar, bekerja merupakan tanggung jawab orangtua, tetapi pengasuhan membutuhkan kehadiran. Sekolah dan teknologi, kata dia, tidak dapat menggantikan ras
Konser MAMAMOO Jakarta 19 September 2026 batal. RBW memastikan seluruh tiket dikembalikan penuh setelah situasi aktivitas vulkanik.
iOS 27 rilis 14 September. Simak daftar iPhone yang mendapat update serta perangkat yang bisa menggunakan Siri AI.
Rupiah melemah 0,36% ke Rp17.611 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.