Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Aktivitas penumpang di Terminal Dhaksinarga di Kalurahan Selang, Wonosari pada Rabu (9/4/2025) pagi mulai terlihat lengang dibandingkan hari sebelumnya. /Istimewa Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas di Terminal Tipe A Dhaksinarga di Kapanewon Wonosari mulai kembali normal seperti biasa. Selama libur Lebaran tercatat ada 7.565 penumpang yang turun dan yang berangkat dari terminal ini sebanyak 12.348 orang.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Dhaksinarga, Aris Farwanto mengatakan, usai libur Lebaran berakhir, kondisi terminal sudah kembali normal. Aktivitas penumpang juga tidak seramai pada saat liburan berlangsung.
“Sudah mulai lengang dan kondisi siang ini juga sudah sepi, tak seramai saat Lebaran,” kata Aris, Rabu (9/4/2025).
BACA JUGA: Arus Balik dari Terminal Gunungkidul Diperkirakan Turun 25 Persen, Ini Penyebabnya
Menurut dia, kondisi di terminal yang sepi merupakan hal biasa. Pasalnya, peningkatan aktivitas hanya terjadi di momen tertentu seperti perayaan hari besar seperti Lebaran.
“Kalau di waktu normal, memang lebih banyak sepinya,” ungkapnya.
Disinggung mengenai jumlah penumpang di Terminal Dhaksinarga, Aris mengakui selama libur Lebaran yang mulai dilakukan 21 Maret hingga 8 April ada penumpang turun sebanyak 7.565 orang. Sedangkan untuk pemberangkatan ada 12.348 penumpang yang meninggalkan Gunungkidul melalui terminal yang terletak di Kalurahan Selang, Wonosari ini.
“Jumlah ini merupakan akumulasi penumpang di arus Mudik maupun Balik di Lebaran 2025,” ungkapnya.
Menurut Aris, ada penurunan aktivitas di Terminal Dhaksinarga. Hingga Lebaran usai, ia memperkirakan ada penurunan sekitar 20% dibandingkan dengan pelaksanaan di 2024.
Ia berpendapat, penurunan terjadi karena beberapa faktor. Selain dikarenakan jumlah penumpang yang menggunakan transportasi umum mengalami penurunan, adanya bencana di wilayah Jabodetabek juga memberikan pengaruh terhadap penggunaan moda transportasi darat ini.
“Belum lama ini di Jabodetabek habis kena banjir. Jadi, ada pengaruhnya terhadap warga yang mudik maupun balik di tahun ini,” ungkapnya.
Terpisah, salah seorang staf di PO Maju Lancar, Sentot mengatakan, arus balik Lebaran 2025 berjalan dengan lancar. Ia tidak menampik adanya lonjakan jumlah penumpang yang menggunakan armada yang dikelola.
Meski tidak secara rinci menyebutkan angka, ia juga mengakui adanya penambahan armada untuk mengangkut penumpang. “Semua berjalan dengan baik dan kami juga mendatangkan bus tambahan agar bisa menangkut penumpang di arus balik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.