DPR Desak Guru PPPK Penuh Waktu, Gaji Minimal Diusulkan Rp7 Juta
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Pengendara melintas di tengah guyuran hujan di perempatan Gose Bantul, Kamis (10/4/2025). BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi 10-14 April di wilayah setempat. /Harian
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem di wilayah DIY termasuk Kabupaten Bantul, pada 10–14 April 2025.
Sejumlah wilayah disebut berpotensi terdampak banjir dan longsor, terutama Kapanewon Sedayu, Kasihan, Sewon, Banguntapan, Imogiri, dan Dlingo.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya dalam kondisi siaga menghadapi ancaman cuaca ekstrem beberapa hari ke depan. “Kami selalu update dari BMKG dan segera sebarkan informasi ke pos-pos FPRB maupun pos-pos gardu darurat,” ujarnya, Kamis (10/4/2025).
Antoni menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga, khususnya di wilayah rawan bencana. “Jangan sampai masyarakat panik atau terpengaruh informasi yang tidak benar. Kalau memang cuaca menunjukkan gejala ekstrem, masyarakat yang tinggal di dekat sungai atau tebing sebaiknya segera mengamankan diri dan barang-barang penting,” katanya.
Panewu Imogiri, Slamet Santoso menyatakan, seluruh jajaran kewilayahan telah menerima instruksi siaga. “Kami sudah menyampaikan informasi ini kepada seluruh kelurahan. Semua komunitas relawan dan FPRB di wilayah kami telah aktif,” ucapnya.
Menurutnya, sejumlah titik rawan di wilayah Imogiri ada di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Karangtalun, Karangtengah dan Sriharjo. “Daerah yang dilalui aliran Kali Celeng juga sangat rentan karena jika intensitas hujan tinggi, hampir bisa dipastikan sungai akan meluap ke kanan dan kiri,” jelas Slamet.
Salah satu infrastruktur rawan yang menjadi perhatian adalah jembatan di atas Kali Celeng yang menghubungkan Imogiri ke arah Mangunan. Slamet mengungkapkan, bagian atas jembatan tersebut sudah mengalami kerusakan akibat banjir besar pada awal Maret lalu.
BACA JUGA: Status Darurat Bencana Hidrometeorologi di DIY Diperpanjang hingga 8 Mei 2025
“Pagar pengaman jembatan sudah ambrol. Air meluap hingga ke halaman Polsek dan masjid di sekitarnya. Kami sudah koordinasikan dengan PUPR untuk perbaikan,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang bakal terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama beberapa hari kedepan dari 10 hingga 14 April 2025 mendatang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono mengatakan saat ini terpantau adanya “siklonik” di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya wilayah “konvergensi” (daerah pertemuan/perlambatan massa udara) di sepanjang Pulau Jawa.
“Kondisi ini berpotensi menambah massa udara dan dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Jawa khususnya di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata dia saat dihubungi harianjogja.com, Kamis (10/4/2025).
Warjono menjelaskan pada periode 10-14 April 2025 potensi kelembaban udara di lapisan 1.5 – 3.5 km berkisar antara 70% – 97% yang dapat menambah potensi pertumbuhan awan hujan.
“Waspada potensi cuaca ekstrem dan dapat menimbulkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPR mendesak pemerintah mengangkat seluruh guru PPPK menjadi penuh waktu serta mengusulkan gaji minimal Rp7 juta per bulan.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.