Parkir QRIS di Bantul Belum Berjalan, Dishub Masih Siapkan Sistem
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Pengendara melintas di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.1, khususnya di depan Kantor UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Bantul yang kerap jadi tempat aktivitas parkir liar, Sabtu (12/4/2025). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul akan menindak praktik parkir liar yang marak terjadi di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, khususnya di depan Kantor UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Bantul.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul, Toto Pamudji Rahardjo mengaku sudah menerima aduan adanya parkir liar di sekitar area tersebut lantaran kawasan itu memang tempat komersial pertokoan. Pengunjung sering memarkirkan kendaraan mereka di tepi jalan umum sehingga mengganggu aktivitas lalu lintas.
Toto menyebut, dinas telah melakukan identifikasi serta pendekatan awal terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemilik usaha di sekitar lokasi. Namun, proses koordinasi belum mencapai titik temu akibat ketidakhadiran sejumlah pihak dalam pertemuan sebelumnya.
“Dari pihak DLH sudah berinisiatif melakukan penertiban, tetapi kemarin rapatnya harus ditunda karena ada beberapa pihak yang tidak bisa hadir. Sementara kami dari Dishub sebenarnya sudah siap,” ujar Toto, Sabtu (12/4/2025).
Ia menyebut, Dishub telah melakukan pengecekan lapangan dan mencatat pola aktivitas parkir liar yang terjadi hampir sepanjang hari. “Indikasi parkir liar ini terjadi dari pagi, siang, sore, hingga malam. Ini karena area tersebut berada di depan toko yang beroperasi seharian penuh,” katanya.
Dishub juga telah memberi instruksi kepada tim untuk melakukan identifikasi serta pendekatan persuasif kepada pelaku parkir. "Mereka yang melakukan aktivitas parkir juga kami dorong untuk mengurus izin yang sesuai aturan,” kata Toto.
Seorang warga setempat, Suroto berharap ada penataan dan pengawasan yang intensif dari petugas soal parkir liar di kawasan itu. Menurutnya, fenomena tersebut bukan hanya merusak estetika kota, tetapi juga menimbulkan keresahan sosial dan potensi konflik horisontal antarwarga.
“Mestinya Pemerintah Kabupaten Bantul melalui dinas terkait segera mengambil langkah baik dengan penertiban, edukasi, maupun pemberdayaan. Para pelaku parkir liar perlu ditertibkan, tapi juga diberi solusi alternatif agar mereka tidak kembali ke pola lama. Penataan ulang titik-titik parkir resmi juga penting agar warga punya kepastian dan kenyamanan saat memarkir kendaraan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
FIFA menolak permintaan Timnas Prancis mengenakan pita hitam untuk menghormati ibu Didier Deschamps. Prancis tetap menang 4-1 atas Norwegia.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Raul Fernandez memenangkan Sprint Race GP Belanda 2026 di Assen. Klasemen MotoGP makin ketat dengan Bezzecchi masih memimpin dari Jorge Martin.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.