40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dapur Sehat untuk melayani program makan bergizi gratis sedang dibangun di Kapanewon Gedangsari. Hingga saat sekarang progres pembangunan sudah mencapai 87%.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, jaringan dapur sehat untuk makan bergizi gratis akan terus diperluas. Diperkirakan agar bisa melayani 120.000 sasaran masih membutuhkan sekitar 40an dapur.
Hingga sekarang, baru terbangun di komplek Kodim dan di Kapanewon Tepus. Meski demikian, ia memastikan proses penambahan dapur terus dilakukan, salah satunya membangun di Kapanewon Gedangsari. “Sekarang masih dalam proses,” katanya, Senin (14/3/2025).
BACA JUGA: MBG Mustahil Diterapkan Serentak di DIY, Sekda: Butuh Rp1 Miliar Per Hari
Menurut dia, dari sisi gedung sudah berdiri karena perkembangannya telah mencapai 87%. Upaya penyelesaian terus dilakukan hingga keberadaan dapur sehat di utara Gunungkidul bisa benar-benar direalisasikan.
“Targetnya sama seperti dapur sehat lainnya, untuk melayani 3.000 penerima manfaat. Untuk standarisasi dan fasilitas dapur di Gedangsari juga sama seperti standar dari Badan Gizi Nasional,” ungkap Roni.
Ditambahkannya, saat libur Lebaran layanan makan bergizi di dapur yang sudah beroperasi sempat berhenti dikarenakan anak-anak tidak bersekolah. Namun, mulai Senin ini sudah kembali melayani seperti biasa.
Menu yang diberikan ke para siswa juga ada perubahan. Pasalnya, saat puasa menu berupa makanan kering seperti buah-buahan, roti, biscuit hingga susu.
“Tapi sekarang kembali ke menu basah seperti nasi, lauk, buah dan sayuran. Prosesnya juga berjalan dengan baik,” katanya.
Kepala SD Negeri 1 Wonosari, Joko Widiyanto mengatakan, pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolahannya kembali terlaksana, setelah sempat berhenti sementara karena libur lebaran. Menurut dia, menu yang diberikan juga kembali seperti saat program pertama kali diluncurkan.
BACA JUGA: Selama Ramadan, SPPG Lanud Adisutjipto Akan Berikan MBG dalam Bentuk Makanan Kering
“Kembali ke menu yang bisa disantap secara langsung, terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan susu,” katanya.
Joko mengakui saat puasa, menu berupa makanan kering yang bisa dibawa pulang oleh setiap siswa. “Tujuannya agar dibawa pulang untuk Berbuka. Tapi, sekarang sudah tidak puasa jadi menu yang disajikan langsung dimakan di sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced