Antisipasi Macet Dampak Jalan Tol: Sleman Siapkan Trans Sembada, Ini Jalurnya
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman memanggil Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk meminta keterangan terkait dengan dugaan korupsi hibah pariwisata.
Harda datang sebagai mantan ketua pembina dalam struktur tim pelaksana kegiatan hibah pariwisata ketika itu.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Bambang Yunianto, mengatakan pemanggilan Harda Kiswaya dilakukan pada Selasa (15/4/2025). Selama kurang lebih 2,5 jam, Kejari menanyakan bermacam hal.
“Kasus ini memang sudah bergulir hingga pergantian tiga Kepala Kejari. Prinsipnya setiap kasus ada topologi atau karakteristik masing-masing. Pihak-pihak yang perlu kita mintai keterangan perlu lengkap,” kata Bambang ditemui di kantornya, Rabu (16/4/2025).
Bambang menambahkan sudah ada 362 saksi. Harda Kiswaya menjadi salah satunya. Dari keterangan para saksi, Bambang belum dapat menyampaikan hasil atau kesimpulan. Dia mengaku proses penyidikan tidak dapat dilakukan terburu-buru.
Kasus tersebut naik ke tahap penyidikan pada April 2023. Hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga telah keluar. Dana hibah yang diselidiki Kejari nilainya sekitar Rp10 miliar. Bambang meminta agar masyarakat bersabar dan menunggu proses penyidikan.
Sebagaimana diketahui, dugaan kasus korupsi tersebut terjadi terhadap distribusi dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada pelaku wisata di Sleman pada Tahun Anggaran 2020.
BACA JUGA: Bupati Bantul Minta Para Lurah dan Pamong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
Hibah itu merupakan wujud nyata bantuan Pemerintah kepada sejumlah pelaku wisata yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor pariwisata.
Hibah ini memiliki nilai pagu sebesar Rp68,5 miliar. Dari pagu itu, nilai yang ditransfer Kemenparekraf ke Pemkab Sleman sebesar Rp49,7 miliar. Dana yang diselidiki Kejari nilainya mencapai Rp10 miliar.
“Hal yang biasa. Kapasitas Pak Harda sebagai ketua tim ketika itu. Kami minta keterangan untuk mendukung pembuktian,” katanya.
Di lain pihak, Harda Kiswaya membenarkan bahwa dia baru saja dipanggil Kejari Sleman untuk memberikan sejumlah keterangan. Dia tidak menyampaikan jenis pertanyaan yang ditanyakan Kejari. Namun, pemeriksaan berjalan sekitar 2,5 jam, mulai pukul 09.00 WIB-11.30 WIB.
“Kami tunggu saja endingnya. Saya berdoa dan berharap pihak yang salah dalam kasus ini perlu bertanggung jawab,” kata Harda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Veda Ega Pratama bangkit dari posisi ke-15 dan finis kelima di FP2 Moto3 San Marino 2026. Brian Uriarte menjadi yang tercepat.
Memetri Kaistimewan menandai 14 tahun UUK DIY dengan kegiatan budaya, edukasi, dan kolaborasi agar nilai keistimewaan dekat dengan masyarakat.
Jadwal bola malam ini 12-13 September 2026: Persija vs Persib, Liverpool vs Fulham, Arsenal, AC Milan, Real Madrid vs Rayo Vallecano.
Astra Financial memperkuat literasi keuangan UMKM DIY agar lebih tertib mengelola arus kas dan siap mengakses pembiayaan resmi.
Persija vs Persib di SUGBK, Sabtu 12 September 2026 pukul 15.30 WIB. Simak susunan pemain resmi, formasi, dan rekor pertemuan terakhir.