Status BPBD Gunungkidul Bakal Naik dari Tipe B ke Tipe A
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih meminta jajarannya segera menyelesaikan kajian tentang pemberian kompensasi bagi ternak warga yang mati karena penyakit. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk pencegahan penyebaran antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bumi Handayani.
“Sudah mulai didata terkait dengan ternak yang mati karena penyakit. Data ini bisa menjadi salah satu acuan untuk mengalokasikan anggaran untuk diberikan ke para pemilik,” kata Mbak Endah, Jumat (18/4/2025).
Dia menjelaskan, untuk kematian ternak, PMK menjadi penyumbang terbanyak karena hingga sekarang sudah ada 120 ekor yang mati. Adapun kematian yang diakibatkan antraks yang tercatat di kisaran 20 ekor ternak.
“Makanya pencegahan harus jadi prioritas. Salah satunya merampungkan regulasi untuk memberikan kompensasi terhadap ternak warga yang mati karena penyakit,” katanya.
Diharapkan dengan adanya kompensasi, maka tidak ada lagi praktik brandu maupun penyembelihan bangkai hewan. Pasalnya, kegiatan yang awalnya ingin meringankan beban pemilik ternak, namun malah berpotensi menjadi penyebab terjadinya penyebaran penyakit.
“Warga harus diberikan edukasi. Harapannya dengan adanya kompensasi, maka praktik brandu atau penyembelihan bangkai ternak bisa dicegah,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta menambahkan, regulasi tentang pemberian kompensasi bagi pemilik ternak yang mati masih dikaji. Oleh karena itu, pihaknya belum bisa memberikan gambaran berkaitan dengan besaran uang yang akan diberikan ke peternak.
“Ini masih dikaji dan kami berkomitmen untuk merampungkannya menjadi sebuah aturan sebagai payung hukum didalam pelaksanannya,” kata Sri Suhartanta.
Menurut dia, upaya pencegahan penyebaran penyakit antraks terus dilakukan. Selain memberikan edukasi ke Masyarakat, juga sudah direncanakan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan ternak di lokasi temuan kasus.
“Kami terus berupaya agar kasus bisa terkendali,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, kasus antraks ditemukan di Kapanewon Rongkop dan Girisubo tidak hanya menular antar hewan karena juga terjadi penularan ke manusia. Hingga sekarang ada tiga warga yang dinyatakan positif antraks dan dua orang suspek.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengawasan kesehatan kepada 25 warga karena kontak dengan hewan positif antraks. Kontak terjadi karena ada warga yang ikut menyembelih hingga membantu pengangkutan bangkai ternak.
“Kalau dilihat dari inkubasi virus, pengawasan dan pemantauan akan berlangsung hingga Mei mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul direncanakan naik dari Tipe B ke Tipe A melalui revisi perda kelembagaan yang dibahas Pemkab dan DPRD.
PSG menang 3-1 atas Strasbourg setelah sempat tertinggal 0-1. Hasil ini membawa Les Parisiens ke puncak klasemen Liga Prancis.
Ayu Ting Ting berencana merilis album terbaru pada 2027. Ia juga berharap musik dangdut semakin diminati anak muda dan diterima di berbagai negara.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat 253 rumah rusak akibat gempa M4,1. Kerusakan tersebar di tiga desa, dengan satu warga mengalami luka ringan.
Manchester City menang 3-2 atas Ipswich Town pada pekan ketujuh Liga Inggris 2026/2027. Erling Haaland mencetak dua gol di Etihad Stadium.
Kebakaran hotel di Bangladesh menewaskan 10 wisatawan dan melukai empat orang. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan mitigasi kebakaran.