Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Penggerobak mengangkut sampah ke Depo Pengok, Kamis (24/4/2025). Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Klitren, Kemantren Gondokusuman, menjalankan sistem pengelolaan sampah dengan menggunakan transporter sejak awal April 2025. sebanyak 57 transporter dikerahkan untuk mengangkut sampah yang telah terpilah dari warga.
Lurah Klitren, Asruri, menjelaskan secara bertahap sejak Maret 2025 jajarannya mulai menggunakan sistem transporter untuk mengangkut sampah dari rumah warga ke depo. “Sekarang sudah ada 57 transporter yang terdaftar,” ujarnya, Kamis (24/4/2025).
Puluhan transporter tersebut bertugas mengangkut sampah dari 16 RW di Kelurahan Klitren. Jumlah ini cukup banyak dibanding wilayah lain, di mana biasanya satu RW hanya ada satu atau dua transporter. “Karena di sini satu RW ada yang sampai enam RT. Jadi, satu RW dikaver lebih dari satu penggerobak, sekaligus mengantisipasi kalau ada penggerobak yang sakit,” katanya.
Dengan jumlah penggerobak tersebut, semua warga di Kelurahan Klitren sudah terkaver pengangkutan sampah. Meski demikian, beberapa warga ada yang menggunakan jasa pengelolaan sampah swasta seperti Pasti Kelola dan sebagainya.
Sampah dari warga diangkut oleh penggerobak ke Depo Pengok, yang digunakan oleh Kelurahan Klitren dan Demangan. “Sampah diambil sesuai jadwal, untuk pembayarannya diserahkan pada masing-masing RW atas kesepakatan dengan warga,” katanya.
Sampah yang diangkut oleh transporter adalah sampah yang sudah terpilah dan dikurangi. Untuk dapat menggerakkan warga agar memilah sampah diperlukan waktu beberapa bulan. Pihaknya mengedukasi warga untuk memilah sampah dengan melibatkan bank sampah.
Di Klitren terdapat 16 bank sampah yang tersebar di setiap RW. Bank sampah ini kegiatan utamanya mengelola sampah anorganik dari warga untuk disalurkan ke pengepul. Selain itu, bank sampah juga mengedukasi warga untuk mengelola sampah di tingkat rumah tangga, sekaligus melatih warga terkait dengan pengelolaan sampah organik, salah satunya dengan biopori.
“Tahun lalu kami sudah mendapatkan biopori sebanyak 648 unit. Sebagian besar rumah warga sudah mempunyai biopori,” kata dia.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja secara berkala memonitor pemanfaatan biopori. “Jadi selalu dipantau perkembangannya,” katanya.
Dengan bank sampah dan biopori, diharapkan sampah yang diangkut ke depo bisa terkurangi, sehingga beban pengelolaan sampah di TPS3R milik Pemkot Jogja lebih ringan. “Harapannya bisa mengurangi sampah yang dibuang ke depo,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.