Viral Pengejaran Pencuri LPG di Dlingo Polisi Masih Memburu Pelaku
Pencuri tabung gas LPG 3 kilogram di Dlingo, Bantul, dikejar warga hingga Kota Jogja. Pelaku sempat terjatuh dan kehilangan barang curian, namun berhasil k
Petugas Damkarmat BPBD Bantul berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Dusun Paten RT 01, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Senin (4/9/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Kebakaran lahan di Kabupaten Bantul terus meningkat selama musim kemarau 2026. Hingga 26 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran lahan, dengan mayoritas dipicu aktivitas pembakaran sampah, daun kering, maupun sisa vegetasi yang tidak diawasi hingga api merambat ke area sekitar.
Peningkatan kejadian mulai terlihat sejak Juni dan semakin sering terjadi pada Juli 2026. Laporan kebakaran lahan hampir diterima setiap hari di sejumlah wilayah di Banguntapan, Sedayu, Kasihan, Sewon, Kretek, Pundong, Imogiri, Piyungan, Bambanglipuro, Srandakan, hingga Pleret.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, mengatakan sebagian besar kebakaran bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah atau membersihkan lahan. Kondisi lingkungan yang kering saat musim kemarau membuat api mudah membesar dan merambat ke area sekitar.
"Mayoritas kejadian masih disebabkan aktivitas membakar sampah, daun kering, maupun rumput yang tidak diawasi sehingga api merambat ke semak, rumpun bambu, lahan pertanian, hingga perkebunan," kata Kristanto, Rabu (29/7).
Rangkaian kejadian kebakaran lahan pada 2026 mulai tercatat sejak awal Mei. Salah satu kasus terjadi di lahan persawahan seluas sekitar 3.000 meter persegi di Padukuhan Kauman, Kalurahan Tamanan, Banguntapan pada 6 Mei. Kebakaran bermula ketika warga membakar sampah yang tidak dipantau hingga api merembet ke area persawahan.
Memasuki Juni, jumlah kejadian meningkat di berbagai wilayah di Banguntapan, Sedayu, Kasihan, Sanden, Sewon, Pundong, hingga Kretek. Luasan lahan yang terdampak pun beragam, mulai dari puluhan meter persegi, rumpun bambu, hingga lahan seluas sekitar satu hektare.
Salah satu kejadian yang menonjol terjadi pada 17 Juni di Padukuhan Sungapan Dukuh, Argodadi, Sedayu. Kebakaran melanda lahan sekitar satu hektare setelah warga membakar daun kering saat membersihkan lahan. Api kemudian merambat ke semak dan ilalang sehingga warga sempat melakukan pemadaman manual sebelum meminta bantuan BPBD.
Memasuki Juli, laporan kebakaran semakin sering diterima petugas Damkarmat dan sejumlah kejadian sempat mengancam kawasan strategis serta fasilitas umum.
"Di Pantai Cemara Sewu, Parangtritis, api membakar lahan Sultan Ground seluas sekitar 3.000 meter persegi setelah sisa pembakaran sampah merambat. Di Patalan, Jetis, api sempat mengenai bagian atap dapur rumah warga. Sementara di Srimartani, Piyungan, kebakaran mendekati area SPBU sehingga penghentian operasional dilakukan sementara sebagai langkah antisipasi," jelasnya.
"Kasus lain juga terjadi di kawasan Ngoto, Bangunharjo, Sewon. Api yang berasal dari pembakaran rumput menjalar ke rumpun bambu dan dikhawatirkan mendekati jaringan pipa milik Pertamina sehingga petugas segera melakukan pemadaman," tambahnya.
Selain pembakaran sampah, BPBD Bantul juga menemukan beberapa penyebab lain, seperti pembakaran sisa panen tebu, pembakaran daun bambu, puntung rokok, hingga dugaan pembakaran yang disengaja. Namun, faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab paling dominan.
"Untuk karhutla tahun ini potensinya kemungkinan akan melebihi tahun kemarin, hal ini disebabkan fenomena el nino. Untuk tahun lalu kejadian karhutla sangat rendah karena fenomena kemarau basah, dimana saat musim kemarau masih terjadi hujan diatas normal di beberapa wilayah," katanya.
Pola kebakaran lahan pada 2026 hampir sama dengan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, BPBD Bantul mencatat 25 kasus kebakaran lahan yang mayoritas dipicu kelalaian manusia, khususnya aktivitas pembakaran sampah dan sisa tanaman yang tidak dikendalikan.
Pada 1 Juli 2025, kebakaran lahan tebu di Potorono, Banguntapan, terjadi setelah warga membakar sampah yang kemudian merambat ke perkebunan tebu. Selanjutnya pada 19 Juli 2025, api dari aktivitas pembakaran sampah di dekat lahan tebu di Timbulharjo, Sewon, membesar akibat angin kencang hingga menjalar ke area pertanian.
Kasus lain terjadi di Karangsemut, Trimulyo, Jetis, pada 24 Juli 2025. Pembakaran sampah di dekat rumpun bambu yang sempat dianggap sudah padam ternyata kembali menyala beberapa jam kemudian dan membutuhkan penanganan petugas pemadam kebakaran.
Memasuki Agustus hingga September 2025, kejadian serupa masih terjadi di berbagai wilayah di Bantul, mulai dari kebakaran rumpun bambu di Imogiri, lahan di Piyungan, hingga kebakaran lahan tebu di Sewon.
Salah satu kejadian cukup besar terjadi di Argomulyo, Sedayu, pada September 2025, ketika api membakar lahan seluas sekitar dua hektare di belakang kantor Basarnas akibat pembakaran sampah.
Kristanto mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama ketika kondisi cuaca panas dan vegetasi dalam keadaan kering. Menurutnya, api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran besar apabila tidak diawasi.
"Mayoritas kejadian sebenarnya bisa dicegah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api saat membakar sampah atau membersihkan lahan. Jika memang harus menggunakan api, pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan sehingga tidak memicu kebakaran yang lebih luas," ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap maupun kobaran api di lahan terbuka. Kecepatan laporan dinilai penting agar petugas dapat melakukan pemadaman sebelum api meluas ke permukiman, fasilitas umum, maupun kawasan produktif warga.
BPBD Bantul turut mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area yang memiliki banyak material kering seperti lahan kosong, kebun, maupun kawasan sekitar permukiman.
Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah tanpa pengawasan karena sebagian besar kejadian kebakaran lahan dapat dicegah sejak awal.
"Untuk antisipasi lainnya baru dikoordinasikan di bidang Damkarmat, yaitu rencana pemasangan banner di beberapa lokasi yang sering terjadi karhutla, dan rencana sosialisasi sampai tingkat RT di kapanewon Pundong. Untuk tingkat kabupaten, BPBD mendorong untuk dibahas dengan dinas atau institusi terkait," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pencuri tabung gas LPG 3 kilogram di Dlingo, Bantul, dikejar warga hingga Kota Jogja. Pelaku sempat terjatuh dan kehilangan barang curian, namun berhasil k
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.