Sumarno Ajak Semua Pihak Sengkuyung Kebangkitan Koperasi di Jateng
Sekitar 2.000 orang pegiat koperasi mengikuti kegiatan Runwalk UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke 79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta
Para mahasiswa mengikuti prosesi wisuda Politeknik YKPN, Sabtu (26/4/2025)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Politeknik YKPN mewisuda sebanyak 84 mahasiswa/mahasiswinya, Sabtu (26/4/2025). Para lulusan diharapkan bisa segera berkarier sesuai dengan bidangnya dan berkontribusi positif pada nusa dan bangsa.
Direktur Politeknik YKPN, Prof. Dr. Krismiaji, M. Sc., Ak., CA, menjelaskan wisuda ini merupakan wisuda semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dengan jumlah wisudawan sebanyak 84 orang. “Terdiri dari Prodi D3 Akutansi dan Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan,” ujarnya.
Dari 84 lulusan tersebut, sebagian sudah mendapatkan pekerjaan. Hal ini menunjukkan serapan tenaga kerja dari lulusan Politeknik YKPN cukup baik. “Sebesar 19 sudah mendapat pekerjaan. Jadi serapanya sangat baik,” ungkapnya.
Ia berharap para lulusan segera memperoleh pekerjaan, meniti karir dengan baik dan membawa nama baik Polteknik YKPN. “Dapat membawa nama baik lembaga dan orang tua, hingga dapat berkontribusi pada nusa dan bangsa” paparnya.
Politeknik YKPN berdiri pada 2021 yang merupakan konversi dari Akademi Akuntansi (AA) YKPN. “Kalau mengacu pada AA YKPN berarti kita sudah 55 tahun. Meski demikian, kami masih terus berusaha mengembangkan prodi, berkiprah dalam mengembangkan pendidikan akuntansi,” katanya.
BACA JUGA: UNY Layani 11.216 Calon Mahasiswa Untuk Tes UTBK SNBT
Politeknik YKPN memiliki tiga keunggulan. Pertama, Politeknik YKPN merupakan lembaga pendidikan yang telah berpengalaman dan bereputasi. “Bisa dibuktikan dari para alumni yang berkiprah di berbagai bidang mulai dari akademik, pemerintahan, bisnis dan sebagainya,” ungkapnya.

Kedua, Politeknik YKPN fokus pada bidang vokasi sehingga menyediakan tenaga terampil yang lebih siap pakai di dunia kerja “Ketiga, selain membekali dengan praktik, mahasiswa juga dibekali keterampilan soft skill. Karena saat ini soft skill sangat dibutuhkan,” kata dia.
Pembekalan soft skill tersebut merespon kondisi saat ini terutama Generasi Z yang banyak dikeluhkan di dunia kerja. “Misalnya kurangnya motivasi, kurangnya keterampilan berkomunikasi dan berorganisasi. Ini kami atasi dengan memberikan bekal soft skill,” ujarnya.
Ia berpesan kepada para wisudawan setelah lulus kuliah, perjuangan masih terus berlanjut. “Dunia kerja adalah dunia yang dinamis dan menuntut kita memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah. Oleh karena itu tetaplah belajar dan mengembangkan ilmu,” ungkapnya.
Wisudawan terbaik dari D3 Akutansi, Putri Wulandari, menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan orang tua. “Begitu banyak pengorbanan dan perjuangan oleh dosen hingga kami bisa sampai pada hari ini. Kami mohon maaf atas kesalahan selama menjadi mahasiswa,” katanya.
Ia mengingatkan kepada para wisudawan untuk memberi apresiasi kepada diri sendiri atas capaian ini. “Karena kita telah kuat dan berjuang sampai hari ini, meskipun tidak mudah. Ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan selanjutnya,” ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 2.000 orang pegiat koperasi mengikuti kegiatan Runwalk UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke 79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta
Dokter jantung menjelaskan waktu terbaik minum kopi agar tidak mengganggu tidur dan irama jantung serta tips konsumsi yang lebih sehat.
SDN Kintelan 2 Jogja menerima enam siswa baru pada 2026/2027. Sekolah menyebut minimnya lulusan TK dan lokasi menjadi penyebab utama.
Spanyol lolos ke final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Prancis 2-0. Gol Oyarzabal & Porro, rekor 37 laga tak terkalahkan. Final lawan Argentina atau Inggris.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.