HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kolaborasi Pemkot Jogja dengan pihak swasta dalam melakukan penurunan angka stunting di wilayahnya yang dilaksanakan dengan berbagai program, Kamis (10/11/2022). Dok. Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Prevalensi stunting di Kota Jogja pada triwulan ketiga tahun 2025 meningkat apabila dibandingkan dengan akhir tahun 2024. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja paparkan penyebabnya.
Dinkes Kota Jogja mencatat angka prevalensi stunting di Kota Jogja hingga triwulan tiga tahun 2025 mencapai 12%. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun 2024 yang mencapai 11,27%.
Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani menyampaikan prevalensi stunting yang tinggi tersebut disebabkan karena pemberian makanan pendamping asi (MPASI) tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.
"Kualitas dan kwantitas MPASI yang diberikan masih rendah, belum memenuhi kebutuhan bayi," katanya, Minggu (4/5/2025).
Kemudian, menurutnya, ditemukan pula beberapa anak stunting yang disebabkan karena mengalami infeksi berulang. Infeksi berulang menyebabkan pola makan anak tidak teratur dan nutrisi yang diserap tidak optimal. Hal itu menyebabkan berat badan dan tinggi bayi tidak sesuai dengan usianya.
"Pola tidur larut malam pada balita, sehingga hormon pertumbuhan tidak bekerja optimal juga berpengaruh," katanya.
BACA JUGA: Mensos RI Tinjau Tamansiswa yang Akan Dijadikan Sekolah Rakyat di Jogja
Emma menuturkan beberapa bayi juga diperkirakan lahir stunting sejak dalam kandungan. Hal itu lantaran saat ibu mengandung kekurangan nutrisi.
Dia menuturkan selama ini, anak yang mengalami stunting perkembangan tumbuh kembangnya di pantau melalui posyandu di setiap wilayah. Bagi anak yang mengalami stunting diberikan pemberian makanan tambahan (PMT) pula melalui kader posyandu. Dari situ, diharapkan kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi dan tumbuh kembangnya terpantau.
Tahun 2025, Kota Jogja mendapatkan alokasi Rp70 juta per kelurahan dari Dana Keistimewaan (Danais) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk PMT anak stunting.
Sementara menurut Emma, bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan nutrisi, telah diberikan tablet tambah darah. Pihaknya juga meminta ibu hamil agar rutin memeriksakan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat untuk memantau kesehatannya.
Lantaran prevalensi anak stunting masih tinggi, Emma pun berupaya memantau perkembangan anak yang mengalami gizi buruk agar tidak menjadi stunting. Saat ini menurut Emma, tercatat prevalensi anak yang mengalami gizi buruk telah mencapai 5,24%. Dia berharap orang tua memperbaiki pola asuh dan rutin memeriksakan tumbuh kembang anaknya melalui posyandu terdekat untuk mencegah anak tersebut menjadi stunting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin