Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Antusiasme masyarakat pada Sekolah Rakyat tingkat SMA di DIY sangat tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pendaftar Sekolah Rakyat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) milik Kementeriam Sosial di dua lokasi di DIY, Sonosewu dan Purwomartani.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan pendaftaran Sekolah Rakyat dibuka sejak 1 hingga 30 April 2025. “Pendaftar telah mencapai sekitar 700 orang, sementara kuota yang tersedia masih terbatas. Namun, angka ini masih memerlukan proses verifikasi lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Adapun kuota yang dibuka untuk Sekolah Rakyat di dua lokasi tersebut hanya 150 orang, dengan rincian Sekolah Rakyat di Sonosewu 100 orang dan Purwomartani 50 orang. “Karena tingginya animo masyarakat, saat ini sedang dibahas kemungkinan penambahan kuota,” katanya.
Pihaknya sedang mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung agar dapat menampung sekitar 300 siswa, dengan rincian 200 siswa di Sonosewu dan 100 siswa di Purwomartani. “Kami melihat hal tingginya pendaftar sebagai bentuk euforia yang positif, mencerminkan besarnya keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka,” paparnya.
Saat ini, Dinas Sosial DIY sedang menjalankan proses verifikasi lapangan terhadap para pendaftar. “Tim akan turun langsung untuk mengumpulkan data dan melakukan pemetaan terhadap profil anak dan kondisi rumah. Kondisi tempat tinggal menjadi indikator penting dalam menentukan kelayakan penerimaan,” kata dia.
BACA JUGA: Soal Kelanjutan Rencana Pengembangan Wisata Malam Parangtritis, Begini Kata Dispar DIY
Hasil seleksi ini akan menentukan siapa saja yang benar-benar layak untuk diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat. “Kami didukung oleh 728 pendamping yang memahami kondisi lapangan secara menyeluruh. Mereka akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah calon siswa untuk memotret kondisi anak dan lingkungan tempat tinggalnya,” ungkapnya.
Seleksi siswa tidak berbasis nilai akademik, melainkan menekankan pada kemampuan, kemauan, dan motivasi anak untuk bersekolah, serta dukungan dari orang tua. “Semua aspek ini akan dicatat dalam profil masing-masing calon siswa, yang menjadi dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.
Selain aspek administratif, verifikasi juga mencakup komitmen anak dan orang tua. Pihaknya akan memastikan bahwa calon peserta memang memiliki keinginan kuat untuk bersekolah. “Begitu pula dengan orang tuanya. Jangan sampai anaknya ingin bersekolah, tetapi tidak diizinkan oleh orang tua karena harus tinggal di asrama,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.
Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two 2026 setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka di final.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.