Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh anak kedua pendiri Masjid Suciati Saliman ke Polresta Sleman akan segera disidangkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Sleman.
Wakil Ketua PN Sleman Agung Nugroho menyatakan telah menerima permohonan gugatan praperadilan dengan pemohon teregister dengan nomor perkara 1/Pid.Pra/2025/PN SMN. Selain itu pengadilan juga telah menetapkan hakim untuk persidangan tersebut.
"Penetapan sidang juga sudah ditentukan, penetapan sidang pertama dijadwalkan Senin tanggal 19 Mei 2025, sejauh ini seperti itu yang kami dapatkan," kata Agung saat dihubungi wartawan, Kamis (8/5/2025) lalu.
BACA JUGA: Digelar Online, Sidang Keempat Gugatan PMH Bong Suwung Tak Bisa Diakses Publik
Ia menambahkan permohonan praperadilan ini terkait pembatalan penghentian penyidikan oleh Polres Sleman. Menurutnya PN Sleman sudah terbiasa menggelar sidang gugatan yang diarahkan ke aparat penegak hukum.
Menurutnya lembaga pengadilan sepenuhnya menyerahkan kepada hakim untuk melakukan uji materi di persidangan. "Permohonannya kan, ada penetapan SP3, minta untuk dinyatakan batal intinya seperti itu [permohonannya]. Itu akan diuji hakimnya, itu dalam proses persidangan, kami otomatis serahkan sepenuh ke hakim perkara," ujarnya.
Kuasa Hukum Pemohon Setyoko mengaku akan fokus pada pembuktian dan keterangan ahli dalam sidang praperadilan mendatang. Meurutnya perbedaan tafsir atas keterangan ahli akan menjadi paling pokok. Oleh karena itu pihaknya mensimulasikan terkait apa yang akan ahli terangkan dan apa yang akan ditanyakan.
"Sehingga semua yang ada di persidangan dapat dengan mudah menyimpulkan ada tidaknya tindak pidana dalam perkara ini," katanya.
BACA JUGA: 20 Eks Karyawan Amalan Gugat Perusahaan Ke PHI
Sebelumnya Heru Nurcahyo dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda DIY menyatakan Polres Sleman siap menjalani sidang praperadilan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Nanti di dalam pemeriksaan praperadilan akan menguji apakah penghentian penyidikan yang dilakukan teman-teman penyidik sudah sesuai dengan ketentuan perundang-perundangan yang berlaku atau belum sesuai," kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Google Gemini resmi tembus 1 miliar pengguna aktif bulanan, menjadi produk tercepat dalam sejarah perusahaan. 63% pengguna bicara langsung dengan AI. Simak pers
MotoGP sedang mengkaji penerapan jendela transfer ala sepak bola untuk mengatur perekrutan pembalap. Langkah ini muncul setelah 80% kursi 2027 terisi sebelum mu
Media Vietnam menilai prestasi John Herdman bersama Timnas Indonesia masih berada di bawah Shin Tae-yong dan Alfred Riedl setelah Garuda gagal lolos fase grup A
Survei Kaspersky menunjukkan 77% masyarakat Indonesia mengakses internet melalui ponsel. Ketergantungan tinggi ini membuat risiko kebocoran data dan serangan si
Lagu-lagu Taylor Swift menghilang dari unggahan TikTok Gedung Putih dan Team Trump setelah memicu kontroversi penggunaan musik tanpa izin. Sejumlah musisi dunia