Lahan Pertanian Menyusut, Bantul Klaim Produktivitas Justru Naik

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 13 Mei 2025 08:07 WIB
Lahan Pertanian Menyusut, Bantul Klaim Produktivitas Justru Naik

Pertanian - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com.com, BANTUL–Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan tren penyusutan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) di wilayahnya terus terjadi setiap tahun. Halim menyebut, LP2B di Bumi Projotamansari kini tinggal sekitar 14.000 hektare. 

Ia menyebut, alih fungsi lahan ke perumahan, sekolah, kos-kosan, dan sektor ekonomi lainnya terus terjadi. Namun secara paradoks, justru terjadi peningkatan produktivitas pertanian di wilayah setempat. 

BACA JUGA: Pembebasan Pajak LP2B Bantul Mulai Diberlakukan Tahun Depan

“Luas LP2B tinggal sekitar 14.000 hektare dan terus berkurang. Tapi anehnya, surplus komoditi pertanian justru naik,” ujar Halim, Senin (12/5/2025).

Menurutnya, Bantul mencatat surplus beras sebesar 55.000 ton pada 2024, meski luas lahan pertanian makin terbatas. Ia mempertanyakan apakah yang perlu dijaga adalah luas lahan atau produktivitasnya. “Kalau ada alih fungsi untuk sektor industri dengan nilai tambah tinggi, Insyaallah masih bisa ditoleransi,” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan, dan Pembinaan Dispetaru Bantul, Sri Retnaningsih menyebut berdasarkan Perda No.10/2023, luas LP2B yang ditetapkan mencapai 12.831 hektare, dengan tambahan cadangan 5.942 hektare.

Ia mengakui bahwa alih fungsi lahan terus terjadi di Bantul, tetapi tidak ada alih fungsi di zona LP2B. “Tidak ada temuan karena kami sudah punya aturan pelayanan perizinan. LP2B itu tidak boleh ada aktivitas perumahan,” kata dia.

Pihaknya juga memastikan bahwa LP2B dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) telah dikunci lewat Perda dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), sehingga aktivitas non-pertanian tidak diperbolehkan di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online