Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat memanen terung yang ditanam di area rumah dinas di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (13/5/2025). - Foto Istimewa dokumentasi pribadi Bupati Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memanfaatkan halaman di rumah dinas di Bangsal Sewokoprojo untuk bercocok tanam. Hasilnya, hampir setiap hari dia memanen cabai, terung hingga jenis sayuran lainnya.
“Saya tidak hanya mengajak, tetapi juga mempraktikan secara langsung memelihara sayuran di halaman rumah dinas,” kata Endah, Selasa (13/5/2025).
Untuk teknis penanaman, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya, prosesnya tidak harus menggunakan media tanah secara langsung.
Pasalnya, halaman Bangsal Sewokoprojo sudah dipasangi paving block. Meski begitu, dia mengaku tak jadi masalah karena penanaman bisa menggunakan media polybag atau memanfaatkan bekas galon mineral. “Yang penting harus dirawat setiap harinya. Disirami setiap pagi dan sore,” katanya.
Mbak Endah mengungkapkan, jenis yang ditanam bervariasi mulai dari cabai, terung, seledri, daun mint, jahe. Selain itu, juga ada kunyit, bawang merah, tomat, sere, lengkuas hingga purwaceng.
Menurut dia, tanaman-tanaman yang dibudidayakan di halaman rumah ini memiliki banyak manfaat. Selain untuk memenuhi kebutuhan sayuran setiap hari, juga bisa untuk minuman herbal dan lainnya. “Hasinya bagus. Ini panen terung dan setiap hari bisa memetik seledri hingga cabai untuk memenuhi kebutuhan harian,” katanya.
BACA JUGA: Dua Ekor Sapi Kurban untuk Presiden Prabowo Dipasok dari Bantul
Endah berharap kegiatan ini dapat ditiru masyarakat secara luas karena area yang dipergunakan tidak luas. Selain itu, banyak manfaat diperoleh karena bisa mencukupi kebutuhan sayuran secara mandiri sehingga biaya pengeluaran dapat ditekan sehingga dipergunakan untuk keperluan lainnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan program ketahanan pangan merupakan yang penting dan masuk dalam kegiatan prioritas. Meski Gunungkidul termasuk sebagai lumbung pangan DIY, tetapi upaya ketahanan pangan terus diperkuat.
Oleh karena itu, penguatan dilaksanakan dengan sejumlah program. Salah satunya, dengan Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi) agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi aktif dalam gerakan penguatan ketahanan pangan di Bumi Handayani.
“Gerakan ini dimulai dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah. Kalau bisa produktif, maka ketahanan pangan di Gunungkidul bisa terus ditingkatkan,” kata Rismiyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.