Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Tanah Longsor - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Status tanggap darurat ancaman bencana hidrometerologi di Kabupaten Kulonprogo masih ditetapkan hingga akhir Mei ini. Awalnya SK Bupati Kulonprogo terkait status tanggap bencana itu berlaku dari Januari hingga April. Namun, dalam perkembangannya, diperpanjang statusnya sampai Mei. Sebab, jumlah penanganan dampak bencana hidrometerologi masih dilakukan.
BACA JUGA: Libur Waisak, DIY Diserbu Ribuan Kendaraan
Pelaksana tugas Kepala BPBD Kulonprogo, Heri Darmawan menyampaikan, alasan lainnya status tanggap darurat ancaman bencana hidrometerologi diperpanjang karena di lapangan cuaca ekstrem masih terjadi. Hujan masih turun dengan intensitas sedang dan lebat utamanya di wilayah perbukitan menoreh.
“Status tanggap darurat sebagai antisipasi pemerintah dapat mengambil langkah cepat penanganan terhadap dampak bencana hidrometerologi yang terjadi,” katanya, Selasa (13/5/2025).
Status tanggap darurat ini akan berlaku sampai 31 Mei nanti. Diperpanjang atau tidaknya akan diketahui usai dilakukan evaluasi atas kondisi riil di lapangan. Evaluasi meliputi jumlah dan ragam kejadian beserta dampak yang dialami.
“Kalau dilihat kan sekarang misalnya siang cuaca panas tiba-tiba sore mendung hujan lebat turun intensitas sampai satu jam lebih,” sambungnya. Tidak stabilnya kondisi cuaca sehingga butuh penanganan cepat sehingga harus ada payung hukum berupa SK Bupati. Terbaru dia mencotohkan, sejumlah kejadian tanah longsor masih terjadi di Kulonprogo meskipun sudah memasuki musim kemarau.
Terbaru Minggu (11/5/2025) tiga titik longsor terjadi di Samigaluh dan Kokap. Heri berharap, status tanggap darurat ini tidak diperpanjang setelah Mei berakhir. “Situasinya aman saja tidak ada dampak hidrometerologi lagi dan tidak ada kekeringan selanjutnya,” tuturnya. Heri menuturkan, sejak awal 2025 sudah mengimbau terkait ancaman bencana hidrometerologi.
Menurutnya selama musim hujan di 2025 ini sudah banyak kejadian bencana alam hidrometerologi. Letak geografis sejumlah kapanewon di Kulonprogo yang berada di perbukitan menjadikan kejadian tanah longsor mendominasi.
“Selama 2025 ini peristiwa tanah longsor sebanyak 193 kejadian,” ungkapnya.
Tanah longsor mayoritas terjadi di Kapanewon Girimulyo 73 kejadian, disusul Kokap sebanyak 44 kejadian, dan ketiga terbanyak di Samigaluh mencapai 39 kejadian tanah longsor. Selain itu, kejadian cuaca ekstrem dan angin kencang juga banyak terjadi mencapai 72 kejadian. Paling banyak terjadi di Sentolo sampai 13 kejadian dan Pengasih 10 kejadian.
“Kejadian banjir selama 2025 15 kejadian dengan Pengasih paling banyak mengalami sejumlah lima kejadian,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Media Vietnam The Thao 247 menyoroti kemenangan Timnas Indonesia 3-0 atas Bali United. Hasil tersebut dinilai menjadi sinyal kesiapan skuad Garuda menghadapi Pi
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.