Sleman Gandeng 34 Kampus untuk Perluas Beasiswa Sleman Pintar
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Aliran Kali Kuning yang melintasi Padukuhan Minggiran, Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman tersumbat rumpun bambu yang rungkat setelah hujan deras yang turun beberapa hari terakhir. Apabila tidak segera diangkat, air akan meluap sehingga membanjiri kawasan sekitarnya.
Komisi A DPRD Sleman yang mengetahui hal tersebut kemudian melakukan kunjungan pada Kamis (15/5/2025). Di lokasi, sudah ada ekskavator yang mengangkut rumpun bambu tersebut.
Ketua Komisi A DPRD Sleman, Guntur Yoga Purnawan, menegaskan sumbatan tersebut memang dapat menimbulkan banjir apabila tidak segera ditangani. Tidak hanya berhenti pada pengangkutan rumpun bambu tersebut, Dewan akan berkoordinasi lagi dengan perangkat daerah untuk melakukan penanganan secara menyeluruh.
BACA JUGA: Banjir dan Tembok Ambrol di Sleman
“Saya ingin juga ada pemasangan bronjong di titik-titik kritis kali agar tidak menimbulkan longsoran. Jangan sampai pembersihan di titik Padukuhan Minggiran justru menimbulkan persoalan di bagian hilir,” kata Guntur ditemui di Kali Kuning, Kamis (15/5/2025).
Wakil Ketua I DPRD Sleman, Ani Martanti, juga sepakat bahwa persoalan sumbatan aliran air Kali Kuning dapat menimbulkan potensi banjir. Rumah warga sekitar bisa tergenang. Rumpun bambu tersebut juga bisa menggerus talut sekitar kali.
Laporan yang dia terima ihwal tumpukan sampah yang menggerus talut juga bertambah. Sebab itu, dia mengajak penanganan sejak dari tingkat rumah tangga. Masyarakat bisa merapikan rumpun bambu dengan memangkas batang yang dekat dengan kali.
Lurah Sendangtirto, Amir Junawan, mengatakan rumpun bambu yang menyendat aliran Kali Kuning menyebabkan penumpukan sampah lain dan menimbulkan luapan air.
“Kalau timbunan bambu kan terjadi sejak 14 Maret. Kami sempat terkendala akses masuk ekskavator,” kata Amir.
Amir mengajak agar masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan kali. Tidak hanya itu, dia mengajak agar bambu-bambu yang ada di sepanjang Kali Kuning dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan.
"Di sepanjang Kali Kuning banyak rumpun bambu tapi tidak dikelola dengan baik. Ke depan kami ingin agar sumber daya bambu yang dimiliki masyarakat bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi seperti industri bambu dan lokasi wisata," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.