Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS 3R Nitikan, Kamis (2/5/2024)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY belum merencanakan pengelolaan sampah dengan prinsip waste to energy (WET) atau mengubah sampah menjadi sumber energi. Pemda DIY masih menunggu mekanisme detail dari pusat untuk implementasi sistem ini.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY, Aris Prasena, menjelaskan WTE yang dicanangkan oleh pemerintah pusat harus memiliki kapasitas 1.000 ton/hari.” Jadi kalau tidak memenuhi harus bersama-sama daerah lain,” uajrnya, Senin (19/5/2025).
Pemda boleh mengusulkan untuk pengembangan pengelolaan sampah WTE, namun tetap menggunakan acuan dari pemerintah pusat. Sayangnya, sampai saat ini kriteria dan mekanisme detail dari pemerintah pusat tentang WTE belum pernah disosialisasikan.
Maka DLHK DIY pun sampai saat ini juga belum memiliki rencana pengelolaan sampah WTE karena belum ada mekanismenya. “Kita jalan terus dengan rencana yang sudah dijalankan paralel, sambil menunggu kebijakan dari pusat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Perkuat Daya Beli, Pemkot Jogja Melibatkan Masyarakat Dalam Program Padat Karya
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto merencanakan pengelolaan sampah ke depan akan diarahkan menggunakan sistem WTE. Energi yang dihasilkan akan dibeli oleh PLN dengan harga layak untuk menutup biaya operasional.
Presiden telah memerintahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membentuk Satuan Tugas Pengelolaan Sampah Nasional. Satgas ini akan fokus pada pengelolaan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk daur ulang dan konversi sampah menjadi listrik.
Sebanyak 30 pabrik WTE rencananya akan dibangun di seluruh Indonesia. Pabrik-pabrik ini bertujuan untuk mengelola sampah dan menghasilkan energi terbarukan. Pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama dalam menjalankan kebijakan pengelolaan sampah secara terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.