Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS 3R Nitikan, Kamis (2/5/2024)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY belum merencanakan pengelolaan sampah dengan prinsip waste to energy (WET) atau mengubah sampah menjadi sumber energi. Pemda DIY masih menunggu mekanisme detail dari pusat untuk implementasi sistem ini.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY, Aris Prasena, menjelaskan WTE yang dicanangkan oleh pemerintah pusat harus memiliki kapasitas 1.000 ton/hari.” Jadi kalau tidak memenuhi harus bersama-sama daerah lain,” uajrnya, Senin (19/5/2025).
Pemda boleh mengusulkan untuk pengembangan pengelolaan sampah WTE, namun tetap menggunakan acuan dari pemerintah pusat. Sayangnya, sampai saat ini kriteria dan mekanisme detail dari pemerintah pusat tentang WTE belum pernah disosialisasikan.
Maka DLHK DIY pun sampai saat ini juga belum memiliki rencana pengelolaan sampah WTE karena belum ada mekanismenya. “Kita jalan terus dengan rencana yang sudah dijalankan paralel, sambil menunggu kebijakan dari pusat,” ungkapnya.
BACA JUGA: Perkuat Daya Beli, Pemkot Jogja Melibatkan Masyarakat Dalam Program Padat Karya
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto merencanakan pengelolaan sampah ke depan akan diarahkan menggunakan sistem WTE. Energi yang dihasilkan akan dibeli oleh PLN dengan harga layak untuk menutup biaya operasional.
Presiden telah memerintahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk membentuk Satuan Tugas Pengelolaan Sampah Nasional. Satgas ini akan fokus pada pengelolaan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk daur ulang dan konversi sampah menjadi listrik.
Sebanyak 30 pabrik WTE rencananya akan dibangun di seluruh Indonesia. Pabrik-pabrik ini bertujuan untuk mengelola sampah dan menghasilkan energi terbarukan. Pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama dalam menjalankan kebijakan pengelolaan sampah secara terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna