Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Ilustrasi program padat karya/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali mengucurkan program padat karya menjelang akhir Mei 2025. Program tersebut dicanangkan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja, Gunawan Adhi Putra menuturkan program padat merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah.
BACA JUGA: Padat Karya Tahap II di Sleman Digelar September 2025
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dalam program padat karya tersebut diharapkan mampu mengungkit perekonomian warga. "Program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Jogja," katanya di Rejowinangun, Senin (19/8/2025).
Dia menilai program tersebut menjadi bukti bahwa APBD Kota Jogja juga dapat dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian warga setempat. Selain itu, menurutnya, program padat karya juga menumbuhkan semangat gotong royong antar warga.
Dia menuturkan program padat karya tersebut digelar di Rejowinangun, Kotagede. Dalam program kali ini masyarakat membangun talud sungai sepanjang 19 meter dengan tinggi 3,5 meter.
Program tersebut akan diselenggarakan dengan melibatkan 50 orang warga. Program tersebut rencananya akan diselenggarakan selama 30 hari kerja pada 19 Mei-24 Juni 2025. Program tersebut digelar dengan melibatkan 50 orang warga setempat.
"Padat karya ini adalah kerja bareng, ada karya nyata yang dihasilkan dan hasilnya berkualitas serta membawa manfaat bagi kita semua," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.