Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Taman Gunungkidul di Perbatasan Gunungkidul dan Bantul, Kapanewon patuk Gunungkidul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul terus mendorong kalurahan agar bisa memeroleh predikat kalurahan mandiri budaya dari Pemerintah DIY. Pasalnya, hingga sekarang baru ada 11 kalurahan yang berstatus kalurahan mandiri budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Khoirul Agus Mantara mengatakan, belum semua kalurahan di Gunungkidul memeroleh predikat kalurahan mandiri budaya. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memberikan pendampingan agar setiap kalurahan di Bumi Handayani dapat memeroleh predikat tersebut.
“Tapi memang butuh proses karena hingga sekarang baru ada sebelas kalurahan yang mendapatkan predikat kalurahan mandiri budaya,” katanya, Kamis (22/5/2025).
Kesebelas kalurahan yang memeroleh predikat ini di antaranya Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo; Putat di Kapanewon Patuk; Jerukwudel di Kapanewon Girisubo; Giring di Kapanewon Paliyan; Kalurahan Semin, Semin. Selain itu, ada Kalurahan Kemadang, Tanjungsari; Kaluraan Semanu, Semanu; Kepek di Kapanewon Wonosari; Katongan di Kapanewon Nglipar; Kalurahan Giripurwo, Purwosari dan Girisekar di Kapanewon Panggang.
“Untuk 133 kalurahan lain ada yang berstatus kalurahan budaya, rintisan kalurahan budaya dan kantong budaya,” katanya.
Menurut Mantara, untuk meningkatkan status mulai dari katong budaya menjadi kalurahan mandiri budaya juga sangat bergantung dengan partisipasi aktif di masing-masing kalurahan. Oleh karena itu, ia mengajak untuk saling bersinergi agar bisa meraih predikat yang terbaik.
“Kalau menyadang status kalurahan mandiri budaya, maka akses terhadap dana keistimewaan akan lebih mudah,” katanya.
BACA JUGA: Jadwal Liga 1 Akhir Pekan Ini, Laga Penentu Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengembangan Seni, Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Trianingsih. Menurut dia, dengan berstatus kalurahan mandiri budaya memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan gelontoran dari dana keistimewaan.
Dia menjelaskan, untuk mewujudkan status mandiri budaya, maka setiap kalurahan wajib mengembangkan empat pilar. Yakni, identitas sebagai desa budaya, desa wisata, desa prima dan desa preneur.
Keempat status ini harus bisa dipenuhi sehingga arahannya bisa mengoptimalkan potensi dan kekayaan yang dimiliki di kalurahan. Selain itu, dengan status mandiri budaya tidak hanya dalam upaya pelestarian kesenian adat dan tradisi yang dimiliki, tapi juga didorong untuk mewujudkan kesejahteraan Masyarakat.
“Makanya peluang mendapatkan danais lebih besar karena tidak hanya untuk mendorong pelestarian budaya, tapi juga memajukan dan menyejahterakan warganya,” kata Tria
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas kelima Indonesia di Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Amparo 139-137.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.