Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Produksi ikan budi daya di wilayah DIY pada triwulan pertama 2025 melampaui target. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY pun terus mendorong peningkatan produksi ikan budi daya, mulai dari pembenihan hingga permodalan.
Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, menjelaskan produksi perikanan budi daya di DIY menunjukkan tren positif pada triwulan pertama 2025. “Dari target 30.732 ton, terealisasi 30.745 ton. Karena memang kalau budidaya di triwulan pertama itu kan musim hujan, biasanya lebih bagus,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Produksi Ikan Tangkap di DIY Mulai Meningkat
Tren positif juga sudah terjadi sejak 2024 lalu, dimana produksi ikan budi daya juga melampaui target. Dari target 97.468 ton, terealisasi 97.494 ton. Sleman menjadi wilayah dengan produksi terbanyak dengan presentase sebesar 55%, dengan jenis ikan paling banyak lele dan nila. “Sleman mendominasi karena lahan yang bisa dimanfaatkan dan sumber air yang ada,” katanya.
DKP DIY terus mendorong peningkatan produksi ikan budidaya melalui berbagai upaya. Pertama, dari sisi induk ikan, pihaknya menyediakan induk unggul yang bisa didapatkan di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB).
“Jadi kita melakukan perekayasaan, membuat induk unggul. Harapanya tiga-empat tahun ke depan bisa kita rilis lagi. Dulu ada Nila Merah Nilasa yang dirilis 2012. Sekarang kan sudah lebih dari 10 tahun, performanya sudah mulai menurun, harus segera kita perbaiki lagi. sekarang sedang kita siapkan,” katanya.
Pada indukan lele, DKP DIY mengambil dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Induk dasar tersebut kemudian diperbanyak untuk menjadi induk yang bisa dimanfaatkan oleh masayarakat. “Pemanfaatan induk unggul memberikan dampak nyata pada produksi ikan, tumbuh lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.
Lalu dalam pembenihan, DKP DIY juga mencanangkan bimtek pembenihan ikan, yang meliputi bagaimana cara pembenihan ikan yang baik, pemilihan induk yang unggul, pengelolaan induknya, bagaimana proses pemijahan, merawat benih dan sebagainya.
Pakan juga menjadi aspek krusial, karena hampir 50% biaya operasional produksi ikan budidaya berasal dari pakan. Untuk mendukung hal ini, DKP DIY mengarahkan agar pembudidaya memanfaatkan pakan mandiri.
“Tidak 100 persen pakan mandiri, tapi komplemen. Pakan mandiri dibuat masyarakat sendiri dengan bahan baku lokal. Contoh, tepung ikan yang dihasilkan dari limbah pengolahan ikan laut, limbah proses produksi di masyarakat, sehingga biaya bisa ditekan,” paparnya.
DKP DIY juga bekerjasama dengan pabrik pakan agar pembudidaya bisa mendapatkan pakan dengan harga yang lebih miring, membeli dengan cara ambil dulu bayar belakangan, dan sebagainya. “Kita upayakan dengan mitra kita. Sehingga ada jaminan kepastian menggunakan pakan yang berkualitas,” ujarnya.
Pada aspek kesehatan ikan, pihaknya memiliki program vaksinasi dan edukasi ke masayrakat terkait tren penyakit tertentu sesuai kondisi iklim dan cuaca. “Lalu terkait permodalan, kita gandeng pembudidaya dengan mitra perbankan, untuk mengakses KUR [Kredit Usaha Rakyat], Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan [LPMUKP] milik KKP,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.