Dua SPPG di Kulonprogo Disuspend, Pengawasan MBG Diperketat
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo akan melakukan perbaikan dan penambahan prasarana, sarana dan utilitas umum atau PSU di 2025 ini. Adapun PSU ini meliputi jalan lingkungan, drainase, dan lampu penerangan jalan lingkungan. Perbaikan dan penambahan PSU akan dianggarkan sekitar Rp14 miliar.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Kulonprogo, Sulung Ambang Sujagad, menjelaskan, sekarang masih dalam proses perencanaan untuk dilelangkan sehingga mendapat pemenang tender. Untuk pelaksanaan teknisnya nanti paling lambat akhir Juni. "Lokasi pelaksanaan tersebar di 41 kalurahan yang meliputi PSU jalan, drainase, dan lampu dalam lingkungan kalurahan, padukuhan bahkan di dala satu RT," katanya, Minggu (25/5/2025).
Dia menyampaikan, 41 kalurahan yang akan mendapat perbaikan dan penambahan PSU itu dianggarkan Rp100 jutaan sampai Rp1,2 miliar untuk satu lokasinya. Sedangkan untuk anggaran totalnya mencapai Rp14 miliar untuk PSU 2025 ini. Pria yang biasa disapa Sulung ini mengatakan, untuk lama pengerjaannya sekitar tiga bulan.
"Setiap kalurahan akan mendapat salah satu PSU baik itu jalan, drainase atau lampu penerangan," sambungnya. Ditargetkan September sampai Oktober waktu paling lambat penyelesaian PSU di 41 kalurahan ini.
BACA JUGA: 14 Titik di Kulonprogo Alami Longsor, BPBD Kerahkan Satu Alat Berat
Sulung menuturkan, untuk PSU drainase dan jalan ada yang pengadaan baru ataupun yang perbaikan atau dilakukan rehab karena kondisinya sudah rusak. Sedangkan untuk lampu penerangan jalan semuanya pengadaan baru atau penambahan bukan perbaikan. "Total 41 titik ini ada yang usulan masyarakat, usulan Musrenbang, dan aspirasi dewan atau pokok pikiran DPRD Kulonprogo," tuturnya.
Adapun 41 kalurahan yang akan mendapat perbaikan dan penambahan PSU tersebar di 12 Kapanewon. Rinciannya Kapanewon Wates menjadi yang terbanyak mendapat perhatian PSU sebanyak tujuh kalurahan. Sedangkan Kapanewon Samigaluh, Kalibawang, dan Kokap menjadi yang paling sedikit hanya satu titik di satu kalurahannya saja.
Terbanyak kedua di Kapanewon Pengasih ada enam kalurahan yang mendapat perhatian PSU dari DPUPKP Kulonprogo. "Kapanewon sisanya sebanyak tiga sampai empat kalurahan PSU yang diberikan," jelas Sulung.
Kalurahan Sidorejo, Lendah mendapat PSU berupa jalan. Lurah Sidorejo, Sutrisno mengaku, sangat menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran baik itu perbaikan jalan ataupun penambahan pasti akan bermanfaat bagi warganya.
Namun, memang sekarang ini masih dalam perencanaan di DPUPKP Kulonprogo belum bisa menyampaikan banyak hal. "Pasti sangat membantu kami sangat menyambut baik tentunya, karena mengurangi anggaran kami juga toh," ucapnya. Pasalnya memang, PSU ini sepenuhnya merupakan anggaran Bidang Perkim DPUPKP Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
QS Best Student Cities 2027: Seoul jadi kota kuliah terbaik dunia, kalahkan London. Jakarta dan Yogyakarta wakili Indonesia di peringkat global. Simak daftar le
Jepang pangkas pajak konsumsi makanan jadi 1 persen mulai April 2027. Berlaku dua tahun, kebijakan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga di tengah kenaik
Jadwal India vs Brasil di FIFA Matchday 3 Oktober 2026. Laga bersejarah di Stadion Salt Lake jadi lawan peringkat tertinggi bagi India. Simak selengkapnya!
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026