Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Ilustrasi perekaman e-KTP - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA--Aktivasi identitas kependudukan digital (IKD) Kota Jogja masih minim, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja memaparkan penyebabnya.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja, Septi Sri Rejeki menyampaikan aktivasi IKD Kota Jogja masih minim. Disdukcapil Kota Jogja mencatat aktivasi IKD telah mencapai 7,23% hingga akhir Mei 2025. Padahal, program tersebut sudah direalisasikan sejak tahun 2022.
Septi paparkan penyebab capaian aktivasi IKD masih minim. "Yang membuat masyarakat enggan rekam IKD karena ada yang masih sanksi dengan kemananan datanya," katanya, Selasa (27/5/2025).
Dia menuturkan sejumlah warga belum mengenal aplikasi untuk aktivasi IKD, sehingga warga merasa ragu untuk mengaktivasi IKD melalui telepon genggamnya masing-masing.
Selain itu menurutnya beberapa warga tidak memiliki telepon genggam yang mendukung aplikasi untuk aktivasi IKD. Kemudian, beberapa warga pun tinggal di luar DIY, sehingga membuat mereka enggan mengaktivasi IKD.
BACA JUGA: Maxride Belum Berizin, Pemda DIY Dorong Pengembangan Angkutan Massal
Untuk mengatasi kendala tersebut, Septi mengaku Disdukcapil Kota Jogja membuat program aktivasi IKD dengan sistem jemput bola. Warga yang akan mengaktivasi IKD hanya perlu membawa kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK) ke lokasi jemput bola yang telah ditentukan.
Kemudian, petugas Disdukcapil Kota Jogja akan membantu warga untuk mengaktivasi IKD melalui telepon genggam mereka. Di situ, warga juga dipaparkan mengenai manfaat aktivasi IKD. Aktivasi IKD sendiri hany memerlukan waktu sekitar lima menit.
Salah satu warga Kota Jogja yang melakukan aktivasi IKD, Hesti Aprilia mengaku terbantu dengan aktivasi IKD melalui program jemput bola.
"[Dengan program jemput bola] Tidak perlu jauh-jauh ke Kantor Disdukcapil Kota Jogja. [Prosesnya] Cepat hanya dua menit, hanya diminta mengisi dan foto," katanya. (Stefani Yulindriani)
Caption : Salah satu warga Kota Jogja yang melakukan aktivasi IKD, Hesti Aprilia melakukan aktivasi IKD dalam program jemput bola di Kota Jogja, Selasa (27/5/2025). (Istimewa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.